Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Melalui juru bicara kementerian luar negerinya, China mengutuk keras dan dengan tegas menentang rumusaan undang-undang yang dianggap mencampuri urusan dalam negeri China.
"Seluruh masalah kerja paksa di Xinjiang adalah kebohongan besar yang dibuat oleh pasukan anti-China untuk mencoreng China. Ini benar-benar bertentangan dengan fakta bahwa hak-hak buruh dan kepentingan orang-orang dari semua kelompok etnis di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang China dijamin dengan sepatutnya," kata Wang Wenbin, juru bicara kemenlu China,, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (21/6).
Populer
Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24
Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00
Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02
Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58
Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58
Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35
Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42
UPDATE
Senin, 27 Juli 2026 | 10:23
Senin, 27 Juli 2026 | 10:23
Senin, 27 Juli 2026 | 10:13
Senin, 27 Juli 2026 | 10:04
Senin, 27 Juli 2026 | 09:57
Senin, 27 Juli 2026 | 09:51
Senin, 27 Juli 2026 | 09:47
Senin, 27 Juli 2026 | 09:37
Senin, 27 Juli 2026 | 09:34
Senin, 27 Juli 2026 | 09:25