Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bahasa Rusia akan Dilarang di Sekolah-sekolah di Kota Mykolaiv Ukraina

SENIN, 20 JUNI 2022 | 06:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Kota Mykolaiv menetapkan pelarangan bahasa Rusia di sekolah-sekolah. Pelarangan tersebut akan berlaku mulai awal tahun ajaran berikutnya, atau 1 September 2022.

Pelarangan tersebut diumumkan di Facebook oleh seorang pejabat lokal dari kota Mykolaiv (Ukraina selatan).

"Komite eksekutif memutuskan untuk melarang penggunaan bahasa Rusia di lembaga pendidikan menengah di Nikolayev. Mulai 1 September, tidak akan ada pilihan, kursus, kelas sekolah dasar yang mengajar dalam bahasa Rusia, atau desain lingkungan pendidikan," tulis Yekaterina Stokolyas, anggota komite eksekutif dewan kota Nikolayev, seperti dilaporkan TASS.


Pesan itu disertai dengan gambar anak-anak yang menunjukkan seekor kucing memeluk hati dengan warna Ukraina. Gambar itu menampilkan kata-kata 'Masalah Bahasa' dan 'Masalah penting'.

Pekan lalu, Wakil Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Ukraina, Andrey Vitrenko, telah mengumumkan bahwa program bahasa Rusia akan dihapus dari referensi pendidikan, khususnya sastra asing dan sejarah Ukraina.

Keputusan ini sejalan dengan kebijakan de-Russianization yang dilakukan oleh kyiv selama beberapa tahun, kemjudian dipercepat setelah dimulainya operasi militer Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

Ini juga akan menghapus hal-hal yang terkait dengan sejarah Rusia-Ukraina. Novel 'War and Peace' karya penulis Rusia Leo Tolstoy, yang antara lain membahas tentang perang Rusia melawan Kekaisaran Prancis pada awal abad ke-19, juga termasuk yang dilarang beredar.

Kota Mykolaiv, atau disebut Nikolaiv atau Nikolev atau Nikolayef yang memiliki luas luas 259 km persegi dan dihuni tak lebih 500 ribuan penduduk sebelum perang Ukraina-Rusia meletus pada 24 Februari 2022 lalu, diisi oleh penduduk yang menggunakan bahasa Rusia, karena pada 1787-1792 Rusia pernah membangun kota itu di masa perang Rusia-Turki.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya