Berita

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson/Net

Dunia

Boris Johnson: Akan Jadi Malapetaka Jika Vladimir Putin Mengklaim Kemenangan di Ukraina

MINGGU, 19 JUNI 2022 | 07:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perang di Ukraina tidak boleh dimenangkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin karena hanya akan menjadi perdamaian yang buruk, bahkan malapetaka.

Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk memperingatkan negara-negara Barat agar terus memberikan dukungan kepada Ukraina.

Peringatan tersebut muncul setelah Johnson melakukan kunjungan mendadak ke Kyiv dan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.


"Saya pikir sangat penting untuk pergi ke Ukraina pada saat yang sangat kritis. Kekhawatiran yang kita miliki adalah bahwa sedikit kelelahan Ukraina mulai terjadi di seluruh dunia," ujarnya, seperti dikutip Miami Herald.

Selama melakukan pembicaraan dengan Zelensky, Johnson mengatakan Inggris akan siap untuk melatih puluhan ribu tentara Ukraina saat mereka terus melawan Rusia.

Johnson mengatakan, itu perlu dilakukan untuk mencegah Rusia "membekukan" konflik sehingga mereka dapat mengkonsolidasikan kekuatan mereka sebelum melakukan serangan lain.

"Akan menjadi malapetaka jika Putin menang," kata Johnson.

"Dia hanya ingin mengatakan: 'Mari kita bekukan konflik ini, mari kita lakukan gencatan senjata seperti yang kita lakukan pada tahun 2014'," urainya.

“Baginya, itu akan menjadi kemenangan yang luar biasa. Anda akan menghadapi situasi di mana Putin dapat mengkonsolidasikan keuntungannya dan kemudian meluncurkan serangan lain," tandas Johnson.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya