Berita

Perang di Ukraina/Net

Dunia

Tak Ada Tanda-tanda Segera Berakhir, Perang Ukraina Bisa Bertahan Selama Bertahun-tahun

MINGGU, 19 JUNI 2022 | 06:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perang Rusia di Ukraina kemungkinan bisa bertahan selama bertahun-tahun. Tetapi bantuan persenjataan dari sekutu dapat meningkatkan peluang untuk membebaskan wilayah Donbas dari kendali Rusia.

Begitu yang dikatakan oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg kepada surat kabar mingguan Jerman, Bild am Sonntag, yang dikutip Reuters, Minggu (19/6).

"Kita harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa (perang) bisa memakan waktu bertahun-tahun. Kita tidak boleh menyerah dalam mendukung Ukraina," kata Stoltenberg.


Stoltenberg mengatakan, KTT NATO di Madrid akhir bulan ini diperkirakan akan menyepakati paket bantuan persenjataan untuk Ukraina, khususnya pasokan persenjataan era Soviet lama..

"Bahkan jika biayanya tinggi, tidak hanya untuk dukungan militer, juga karena kenaikan harga energi dan pangan," tambahnya.

Pada Sabtu (18/6), Ukraina berjanji untuk menang melawan Moskow saat berperang melawan Rusia di dekat kota utama di timur dan beberapa lokasi berada di bawah serangan peluru dan rudal.

Pasukan Rusia dikalahkan dalam upaya menyerbu ibukota Ukraina, Kyiv, pada Maret. Rusia sejak itu memfokuskan kembali pada wilayah Donbas di bagian timur Ukraina.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya