Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dianggap Membantu Iran, China dan Uni Emirat Arab Kena Sanksi Washington

SABTU, 18 JUNI 2022 | 17:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan China dan Uni Emirat Arab bersama dengan jaringan produsen petrokimia Iran, karena membantu Teheran untuk menghindari sanksi dengan mendukung penjualan produk petrokimia di pasar internasional.

Departemen Keuangan AS dalam pernyataannya pada Kamis (16/6) mengatakan bahwa sanksi tersebut diberlakukan terhadap dua perusahaan yang berbasis di Hong Kong, tiga di Iran, dan empat di Uni Emirat Arab.

Semua kepentingan dalam properti perusahaan yang berada di bawah yurisdiksi AS telah diblokir dan mereka yang berurusan dengan perusahaan-perusahaan terhukum juga dapat dikenai sanksi atau sanksi dalam beberapa keadaan.


Selain perusahaan, hukuman juga dijatuhkan pada warga negara China Jinfeng Gao dan warga negara India Mohammed Shaheed Ruknooddin Bhore.

“Amerika Serikat sedang menempuh jalur diplomasi yang berarti untuk mencapai pengembalian timbal balik untuk mematuhi Rencana Aksi Komprehensif Bersama,” kata Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan Brian E Nelson, mengacu pada kesepakatan nuklir Iran, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/6).

"Jika tidak ada kesepakatan, kami akan terus menggunakan otoritas sanksi kami untuk membatasi ekspor minyak bumi, produk minyak bumi, dan produk petrokimia dari Iran," tambahnya.

Kampanye sanksi “tekanan maksimum” terhadap Republik Islam diluncurkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, yang secara sepihak menarik diri dari kesepakatan JCPOA, juga disebut sebagai kesepakatan nuklir Iran, pada tahun 2018.

Kesepakatan itu ditandatangani pada 2015 antara Iran, AS, Jerman, Inggris, Prancis, China, dan Rusia, dan menyerukan agar semua sanksi dicabut sebagai imbalan pengurangan program nuklir Iran.

Teheran telah meningkatkan program nuklirnya sebagai tanggapan atas penarikan Washington dari pakta tersebut.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya