Berita

Rumah Kaca

(Bukan) Mahkamah Kasur: Fragmen Reformasi Konstitusi

JUMAT, 17 JUNI 2022 | 23:12 WIB

Adegan 1
 
Seorang narator yang juga orator, dengan megaphone di tangan kanan, berjalan tergesa-gesa ke tengah panggung. Sambil menunjuk-nunjuk gedung Mahkamah Konstitusi, menunjuk-nunjuk tulisan Mahkamah Konstitusi di atas gedung, ia bicara lantang.
 
Mahkamah Konstitusi ini asli produk reformasi.
Tujuannya jelas.

Tujuannya jelas.
Setiap warga negara Indonesia,
ingat, setiap warga negara Indonesia,
yang dirugikan oleh kebijakan pemerintahan,
bisa mengadukan masalahnya ke Mahkamah Konstitusi.
 
Namanya juga Mahkamah Konstitusi,
setiap masalah akan dirujuk pada Konstitusi
pada Undang Undang Dasar 1945.
Karena hak-hak setiap waga negara dijamin Konstitusi.
 
MK bukan Mahkamah Kasur
yang setiap masalah dibahas
di atas kasur
ditentukan bersama teman tidur, 
seperti ini...
 
Adegan 2
 
Di sebuah ruangan. Kasur terbentang. Di sebelahnya bertumbuk bundel dokumen. Seorang laki-laki dan seorang perempuan tidur di atas kasur. Berselimut toga.
 
Laki-laki:
Apa komentar Kakak Ipar soal keputusan sidang tadi siang?
 
Perempuan:
Katanya, keputusan Adik Ipar nolak gugatan harga minyak goreng itu keren.
Teman- teman Kang Mas kita senang.
 
Laki-laki:
Bagaimana soal gugatan Undang-undang Minerba?
 
Perempuan:
Sebaiknya itu juga ditolak, Mas. Biar kakak kita lebih happy.
 
Laki-laki (sambil meneunjuk tumpukan dokumen):

Itu semua gugatan Presidential Threshold.
Rakyat ingin PT Nol persen!
Tanyakan pada Kakak Ipar,
harus diapain...
 
Perempuan:
Bagusnya itu semua ditolak saja dulu.
Minggu depan kan ada pertemuan keluarga.
Kita dengar keputusan Kakak selanjutnya...
 
Adegan 3
 
Narator yang juga orator, dengan megaphone di tangan kanan, sambil menunjuk-nunjuk gedung Mahkamah Konstitusi, menunjuk-nunjuk tulisan Mahkamah Konstitusi di atas gedung, ia bicara lantang.
 
Kita harus tetap menjaga MK
sebagai Mahkamah Konstitusi
sebagaimana amanat reformasi.
Tidak boleh MK berubah
jadi Mahkamah Keluarga
apalagi menjadi Mahkamah Kasur.
 
Jangan dong masa depan bangsa ini
digusur demi kasur.
Demi kepentingan
keluarga teman tidur!
 
Lampu mati. Langit gelap. Selesai.


Naskah fragmen singkat ini dibawakan Komunitas Teater Planet Senen di depan Gedung Mahkamah Konstitusi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (17/6).

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya