Berita

Anggota kabinet baru hasil reshuffle terakhir/Net

Politik

Reshuffle Hanya Mempertegas Dogma Bagi-bagi Kursi

JUMAT, 17 JUNI 2022 | 07:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo kembali mempertegas dogma bagi-bagi kursi. Bahkan, seluruh partai pengusung dan pendukung Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019 sudah mendapat "kue kekuasaan".

Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata mengatakan, semakin sesaknya partai pendukung pengusung dan pendukung Jokowi-Maruf di postur kabinet menegasikan harapan perbaikan kerja presiden di sisa masa jabatan.

"Reshuffle kabinet ini kembali mempertegas dogma soal bagi-bagi kursi kabinet Jokowi. Seluruh partai pengusung dan pendukung Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 sudah mendapat kue kekuasaan," ujar Dian kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/6).


Hal itu, kata akademisi Universitas Ibnu Chaldun ini, tidak bisa dipungkiri dari background menteri dan wakil menteri baru yang ditunjuk oleh Jokowi.

"Misalnya, Zulhas, idealnya ditaruh di kementerian terdahulu. Dengan begitu dia tidak perlu mapping awal soal masalah yang bakal dihadapi di kementerian baru," kata Dian.

Akibatnya, kata Dian, publik menyambut reshuffle kali ini kembali dengan sinisme. Kabinet Zaken dan tidak adanya rangkap jabatan seperti yang dicita-citakan Jokowi di awal kepimpinan tidak terwujud.

"Lihat saja posisi menteri baru dilantik. Mereka adalah elit partai," pungkas Dian.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya