Berita

Virus Monkeypox/Net

Dunia

WHO Kumpulkan Para Pakar, Bahas Monkeypox Sebagai Darurat Kesehatan Global

KAMIS, 16 JUNI 2022 | 16:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah mempertimbangkan untuk menyatakan monkeypox atau wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Hal itu akan dibahas dalam komite ahli darurat yang mengumpulkan para pakar kesehatan pada 23 Juni mendatang.

"Kami percaya bahwa (monkeypox) juga memerlukan beberapa tanggapan terkoordinasi karena penyebaran geografis," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dimuat NTD News, Kamis (16/6).


Tedros mengatakan, pertemuan tersebut perlu dilakukan lantaran karakteristik virus monkeypox yang "tidak biasa" karena menyebar di negara-negara non-endemik.

Jika monkeypox dideklarasikan sebagai darurat kesehatan global, maka ia akan disebut sebagai pandemi seperti halnya Covid-19.

Menurut Tedros, pertemuan para pakar juga dapat membantu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang virus tersebut.

Direktur kedaruratan WHO untuk Afrika, Ibrahima Soce mengatakan jumlah kasus monkeypox meningkat setiap harinya dan pejabat kesehatan menghadapi banyak kesenjangan dalam hal pengetahuan tentang dinamika penularan, baik di Afrika maupun di luar kawasan tersebut.

“Dengan saran dari komite darurat, kita bisa berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengendalikan situasi. Tetapi itu tidak berarti bahwa kita langsung menuju darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," jelasnya.

Sejauh ini lebih dari 1.600 kasus dan hampir 1.500 kasus yang dicurigai telah dilaporkan di 39 negara, meliputi Inggris, Kanada, Italia, Polandia, Spanyol, dan Amerika Serikat. Sementara sebanyak 72 kematian telah dilaporkan.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya