Berita

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil/Net

Politik

Selama Jabat Menteri ATR/BPN, Harta Sofyan Djalil Naik Rp 23,2 Miliar

KAMIS, 16 JUNI 2022 | 00:29 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Selama menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), harta kekayaan Sofyan A. Djalil naik mencapai Rp 23,2 miliar. Sofyan telah menjabat sebagai Menteri ATR/BPN sejak 27 Juli 2016 hingga hari ini, Rabu (15/6).

Penelusuran Kantor Berita Politik RMOL melalui laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta kekayaan Sofyan yang terbaru, yaitu pada LHKPN 2021 sebanyak Rp 94.980.402.906 (Rp 94,9 miliar).

Sedangkan harta kekayaan Sofyan pada LHKPN 2016 yang dilaporkan ke KPK pada 31 Juli 2016 sebesar Rp 71.738.962.008 (Rp 71,7 miliar). Sehingga, sejak 2016 hingga 2021, harta kekayaan Sofyan meningkatkan sebanyak Rp 23.241.440.898 (Rp 23,2 miliar).


Pada LHKPN 2021, Sofyan tercatat mempunyai harta terdiri dari harta tanah dan bangunan, harta alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, surat berharga, kas dan setara kas, harta lainnya, dan utang.

Untuk harta tanah dan bangunan yang dimiliki Sofyan pada 2021 senilai Rp 30.902.606.000 (Rp 30,9 miliar), terdiri dari tanah dan bangunan seluas 400/162 meter persegi di Kota Depok hasil sendiri seharga Rp 711.010.000 (Rp 711 juta); tanah dan bangunan seluas 435/600 meter persegi di Kota Jakarta Selatan hasil sendiri seharga Rp 9.349.105.000 (Rp 9,3 miliar).

Selanjutnya, tanah dan bangunan seluas 557/200 meter persegi di Kota Jakarta Selatan hasil sendiri seharga Rp 10.782.491.000 (Rp 10,7 miliar); tanah dan bangunan seluas 4.198/180 meter persegi di Kota Depok hasil sendiri seharga Rp 7 miliar; tanah seluas 10.050 meter persegi di Kab/Kota Bogor hasil sendiri seharga Rp 1,7 miliar.

Kemudian, tanah dan bangunan seluas 35/30 meter persegi di Kab/Kota hasil sendiri seharga Rp 455 juta; tanah dan bangunan seluas 35/30 meter persegi di Kota Depok hasil sendiri seharga Rp 455 juta; serta tanah seluas 29.553 meter persegi di Kab/Kota Lampung Selatan hasil sendiri seharga Rp 450 juta.

Selanjutnya harta alat transportasi dan mesin yang dimiliki Sofyan senilai Rp 360 juta, terdiri dari mobil Subaru Sedan tahun 2011 hasil warisan seharga Rp 150 juta; mobil Toyota Camry Sedan tahun 2011 hasil sendiri seharga Rp 150 juta; dan mobil Toyota Crown Sedan tahun 2006 hasil sendiri seharga Rp 60 juta.

Kemudian, harta bergerak lainnya senilai Rp 684 juta. Surat berharga senilai Rp 45.832.233.215 (Rp 45,8 miliar). Kas dan setara kas senilai Rp 6.956.327.409 (Rp 6,9 miliar). Harta lainnya senilai Rp 10.273.140.835 (Rp 10,2 miliar).

Sofyan pun pada LHKPN 2021 ini tercatat mempunyai utang sebesar Rp 27.904.553 (Rp 27,9 juta). Sehingga, total harta kekayaan Sofyan pada 2021 setelah dikurangi utang, menjadi Rp 94.980.402.906 (Rp 94,9 miliar).

Sejak dilantik sebagai Menteri ATR/BPN pada 27 Juli 2016 lalu hingga saat ini, harta kekayaan Sofyan mengalami kenaikan dan penurunan setiap tahunnya.

Pada 2016, harta Sofyan sebesar Rp 71.738.962.008 (Rp 71,7 miliar). Pada 2017, harta Sofyan sebesar Rp 76.097.721.250 (Rp 76 miliar). Pada 2018, harta Sofyan menjadi Rp 73.155.532.925 (Rp 73,1 miliar).

Kemudian pada 2019, harta kekayaan Sofyan kembali mengalami kenaikan menjadi Rp 82.999.557.978 (Rp 82,9 miliar). Harta Sofyan kembali mengalami kenaikan pada 2020, menjadi Rp 83.617.626.814 (Rp 83,6 miliar).

Tak hanya itu, harta kekayaan Sofyan juga kembali mengalami kenaikan pada 2021, menjadi Rp 94.980.402.906 (Rp 94,9 miliar).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

KPK Tidak Ragu Tetapkan Yaqut Cholil Tersangka

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:04

KPK Ultimatum Kader PDIP Nyumarno Hadiri Pemeriksaan

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:47

Wanita Ditembak Mati Agen ICE, Protes Meluas

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:43

Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha Dicecar soal Aliran Uang Suap

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:31

Kader PDIP Nyumarno Mangkir dari Panggilan KPK

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:25

Akademisi UGM Dorong Penguatan Mata Kuliah Ekonomika Koperasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:19

Arab Saudi Klaim Pemimpin Separatis Yaman Selatan Melarikan Diri Lewat Somaliland

Kamis, 08 Januari 2026 | 19:15

Presiden Prabowo Beri Penghargaan Ketua Umum GP Ansor

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:50

Istri Wawalkot Bandung Menangis di Sidang Praperadilan

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:45

Rizki Juniansyah Ngaku Tak Tahu Bakal Naik Pangkat Jadi Kapten TNI

Kamis, 08 Januari 2026 | 18:32

Selengkapnya