Berita

Aksi protes terhadap komentar penghinaan Nabi Muhammad di India pada 10 Juni 2022/Net

Dunia

Rumah Demonstran Muslim Dibuldoser, India Diserbu Kecaman

RABU, 15 JUNI 2022 | 17:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah India mendapatkan kecaman karena dinilai telah melakukan diskriminasi dan kekejaman terhadap Muslim yang melakukan aksi unjuk rasa.

Pekan lalu, aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di India setelah dua pejabat partai Bharatiya Janata Party (BJP) mengeluarkan komentar penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Selama aksi protes, dua demonstran dilaporkan tewas. Sementara ratusan lainnya ditangkap. Di media sosial muncul berbagai rekaman yang menunjukkan buldoser menghancurkan rumah para demonstran yang ditangkap.


Pada Selasa (15/6), Amnesty International mengeluarkan kecaman dan mendesak agar pemerintah menghentikan tindakan keras terhadap demonstran Muslim.

"Menindak para pengunjuk rasa dengan penggunaan kekuatan yang berlebihan, penahanan sewenang-wenang dan penghancuran rumah hukuman merupakan pelanggaran total terhadap komitmen India di bawah hukum hak asasi manusia internasional," ujar Aakar Patel dari Amnesty International, seperti dimuat Al Arabiya.

Kelompok HAM itu juga menuntut agar para pengunjuk rasa yang ditahan untuk segera dibebaskan tanpa syarat.

Sejak berkuasa secara nasional pada tahun 2014, BJP yang digawangi Perdana Menteri Narendra Modi telah dituduh memperjuangkan kebijakan diskriminatif terhadap umat Islam.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya