Berita

Pertemuan untuk menghidupkan kembali JCPOA di Wina, Austria/Net

Dunia

Masih Molor, AS Tunggu Jawaban Positif Iran untuk Hidupkan JCPOA

RABU, 15 JUNI 2022 | 09:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) mengaku masih menunggu tanggapan konstruktif dari Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015.

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price mengatakan tanpa masalah "asing", referensi yang mungkin untuk permintaan Iran agar Pengawal Revolusinya dikeluarkan dari daftar terorisme AS.

"Kami menunggu tanggapan konstruktif dari Iran, tanggapan yang meninggalkan isu-isu yang asing bagi JCPOA," kata Ned Price, seperti dikutip Reuters, Rabu (15/6).


Berbicara pada briefing, Price menanggapi pertanyaan tentang telah mengajukan proposal baru untuk menghidupkan kembali perjanjian, yang tidak dia bahas secara rinci.

Tetapi jurubicara Departemen Luar Negeri lainnya, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, membantah bahwa AS menerima proposal serius dari Teheran.

Iran juga disebut telah menolak pembicaraan langsung dengan Washington tentang menghidupkan kembali kesepakatan dan mengirimkan pesan terutama melalui diplomat Eropa.

“Kami tidak melihat komunikasi substantif dari Iran, tetapi kami terbuka untuk inisiatif apa pun yang memungkinkan kami untuk segera menyimpulkan dan mengimplementasikan kesepakatan yang kami negosiasikan di Wina untuk saling kembali ke implementasi penuh JCPOA, menghilangkan masalah yang melampaui JCPOA, " lanjut Price.

Pada tahun 2018, mantan Presiden AS Donald Trump mengingkari kesepakatan. Kemudian pada upaya untuk menghidupkan kembali JCPOA muncul pada tahun lalu dan berlanjut lagi pada Maret.

Namun  pembicaraan menjadi kacau, khususnya mengenai apakah Amerika Serikat akan menghapus Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dari Daftar Organisasi Teroris Asing.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Kontrak Rp25 Triliun PAM Jaya–Moya Disorot, Air Bersih Warga Miskin Masih Mandek

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:56

Purbaya Restui DJP Tambah Jabatan Baru hingga Akhir 2026

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:41

Protes Dedi Mulyadi, 10 Ribu Buruh Jabar akan Datangi Istana

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Kritik di Tembok Kekuasaan

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Dana Haji Khusus Tertahan, DPR Warning Jangan Merugikan Jamaah

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:07

KPK Bidik Riza Chalid di Kasus Suap Katalis

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:59

Sidang Ijazah Jokowi Ditunda Lagi, Bukti Penggugat Belum Valid

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:53

Presiden Minta Media Keluar Ruangan, Lanjutan Taklimat Digelar Tertutup

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:27

Mahasiswa Indonesia Bentangkan Spanduk "Save Venezuela"

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:26

Lurah Batu Ampar Kecewa Lahan Dispora Diserobot Pengembang

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:20

Selengkapnya