Berita

Direktur Riset Indonesia Presidential Studies, Arman Salam/RMOL

Politik

Koalisi Semut Merah PKB-PKS Janggal, Begini Analisa Arman Salam

SELASA, 14 JUNI 2022 | 05:16 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dinamika politik pemilihan presiden (Pilpres) yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini lebih kentara hanya soal nilai tawar dan olah-olah semata. Termasuk wacana pembentukan koalisi Indonesia Bersatu dan koalisi Semut merah yang terdiri dari PKB dan PKS.

Pandangan itu disampaikan oleh Direktur Riset Indonesia Presidential Studies, Arman Salam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/6).

Menurut Arman, elite lebih sibuk dandan atau mendandani agar terlihat seksi dan menawan sambil mencari celah untuk mengambil aneka manfaat dari calon presiden.


Analisa Arman, jika diamati terkait koalisi semut merah PKS dan PKB nampak agak janggal. Sebab, dari sisi ideologi kedua partai itu memiliki perbedaan yang tajam.

"Memang agak janggal baik dipandang dari sisi idiologi partainya maupun perilaku politik kedua partai tersebut berdasarkan pengalaman," kata Arman.

Meski demikian, Arman melihat hal semacam itu lumrah dalam politik, bahwa dalam setiap kepentingan pasti bisa bertemu.

Pendapat Arman bukan tanpa argumen, sebab dari waktu ke waktu PKB adalah partai yang cenderung selalu ikut dengan kekuasaan bagaimanapun caranya. Di sisi yang lainnya, PKS lebih banyak mengambil posisi yang berseberangan dengan kekuasaan.

"Terlebih dengan PDIP partai penguasa saat ini,  PKS nampaknya paling alergi berkoalisi terbukti dengan koalisi pada Pilkada hampir tidak dapat di temukan PKS dan PDIP berkoalisi," jelas Arman.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya