Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tangkap Ikan di ZEE Filipina, China Menguji Sejauh Mana Respons Manila

SENIN, 13 JUNI 2022 | 12:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi penangkapan ikan secara ilegal oleh China di kawasan Ayungin Shoal di Laut Filipina Barat dinilai sebagai upaya Beijing untuk menguji sejauh mana Manila akan bertindak untuk mempertahankan kedaulatannya.

Pada Jumat (10/6), Departemen Luar Negeri Filipina menuduh beijing telah melakukan penangkapan ikan secara ilegal dan memblokir kapal Filipina menggunakan jaring ikan dan pelampung di dekat Palawan di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Protes yang disampaikan oleh Deplu Filipina itu terjadi sehari setelah Manila memprotes kehadiran lebih dari 100 kapal milisi China di sekitar Karang Julian Felipe, yang juga terletak di ZEE Filipina.


Menurut Jay Batongbacal dari Institut Urusan Maritim dan Hukum Laut di Universitas Filipina, aktivitas-aktivitas China tersebut tampaknya dilakukan untuk menguji Manila.

“Mereka akan menjelaskan bahwa kapal Filipina tidak akan dapat mendekati BRP Sierra Madre tanpa pengawalan atau izin mereka, dan bahwa mereka dapat dicegah untuk mencapainya kapan saja. Jadi jika kita bertindak seperti yang mereka harapkan, kita kalah,” kata Batongbacal, seperti dikutip AFP.

Penggunaan alat penangkap ikan oleh China untuk mencegah Filipina melakukan misi pasokan di Ayungin juga merupakan pertama kalinya, setidaknya secara publik, mencoba melakukan tindakan semacam itu di daerah tersebut.

Sebagai resposn, Batongbacal menyarankan agar pemerintah Filipina memotong, melepas, dan menyita perangkat tersebut karena membahayakan keselamatan navigasi.

“Mereka tidak memiliki hak untuk menangkap ikan di sana, itu di bawah yurisdiksi kami sesuai dengan arbitrase Laut China Selatan, jadi jika mereka ikut campur dengan paksa, mereka adalah agresor,” tegasnya.

Saat ini, Filipina berada dalam proses transisi pemerintahan dari Presiden Rodrigo Duterte ke Presiden terpilih Ferdinand Marcos Jr. Dalam beberapa kesempatan, Marcos menegaskan akan meningkatkan hubungan dengan China.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya