Berita

Laboratorium Virologi Wuhan di China/Net

Dunia

Ubah Haluan, WHO Mulai Pelajari Teori Kebocoran Covid-19 dari Lab Wuhan

JUMAT, 10 JUNI 2022 | 13:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah pakar di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilaporkan telah mendorong dilakukannya penyelidikan lebih mendalam terkait kemungkinan kebocoran virus corona dari laboratorium Wuhan di China.  

Hal itu terungkap lewat sebuah laporan yang dirilis pada Kamis (9/6). Di dalamnya disebutkan kelompok pakar WHO menekankan "data penting" terkait asal-usul pandemi Covid-19 masih belum ditemukan.

"(WHO) akan tetap terbuka untuk setiap dan semua bukti ilmiah yang tersedia di masa depan untuk memungkinkan pengujian komprehensif dari semua hipotesis yang masuk akal," kata WHO, seperti dikutip PTI.


Menurut WHO, biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengidentifikasi sumber penyakit pada hewan. Bahkan membutuhkan lebih dari satu dekade bagi para ilmuwan untuk menentukan spesies kelelawar yang merupakan reservoir alami untuk SARS, kerabat Covid-19.

Kelompok pakar WHO juga mencatat beberapa wabah di masa lalu disebabkan oleh kecelakaan laboratorium. Sehingga teori ini tidak dapat diabaikan meski sangat dipolitisasi.

Salah satu ketua kelompok pakar WHO yang beranggotakan 27 orang, Jean-Claude Manuguerra mengakui beberapa ilmuwan mungkin "alergi" terhadap gagasan untuk menyelidiki teori kebocoran di laboratorium. Kendati begitu, mereka cukup berpikiran terbuka untuk memeriksanya.

Kelompok pakar WHO mengatakan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengirim dua surat kepada pejabat senior pemerintah China pada Februari untuk meminta informasi, termasuk perincian tentang kasus Covid-19 manusia paling awal di kota Wuhan. Tidak jelas apakah China menanggapi.

Para ahli mengatakan tidak ada penelitian yang diberikan oleh China kepada WHO terkaitkemungkinan COVID-19 akibat kebocoran laboratorium. Sehingga pemahaman mereka tentang bagaimana virus corona muncul dibatasi oleh beberapa faktor, termasuk tidak semua penelitian yang dipresentasikan oleh para ilmuwan China telah dipublikasikan.

Pada tahun lalu, WHO menyimpulkan bahwa sangat tidak mungkin Covid-19 telah menyebar dari laboratorium. Banyak pihak menyebut WHO memiliki kecenderungan pada China.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:53

Pengamat Ingatkan Bahaya Berita Hoax di Balik Perang AS-Israel Vs Iran

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:33

Polri Gandeng Pemuda Katolik Wujudkan Swasembada Pangan di Cianjur

Minggu, 08 Maret 2026 | 03:13

Anggota DPR Tidak Boleh Lepas Cerdaskan Generasi Bangsa

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:59

Jalur Rempah dan Strategi Penguatan Armada Domestik

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:42

DPRD Klungkung Setujui Ranperda Pajak Demi Genjot PAD

Minggu, 08 Maret 2026 | 02:18

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Polri All Out Dukung Petani dan Wujudkan Swasembada

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:42

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Arab yang Terdampak Serangan

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:15

Bea Cukai Gandeng BNN Bongkar Laboratorium Narkoba di Bali

Minggu, 08 Maret 2026 | 00:56

Selengkapnya