Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kurangi Dampak Perang, India Janji Bantu Pasokan Makanan Negara-negara Rentan

RABU, 08 JUNI 2022 | 08:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebagai salah satu kekuatan ekonomi besar dunia, India berkomitmen untuk membantu mengurangi dampak buruk dari perang di Ukraina, khususnya dalam hal ketahanan pangan.

Berbicara di pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Senin (6/6), Wakil Tetap India R. Ravindra mengatakan New Delhi berjanji untuk memberikan bantuan pasokan makanan dan pupuk ke negara-negara rentang yang telah terdampak hebat akibat perang.

"Untuk mendukung kebutuhan negara tetangga dan negara berkembang lainnya yang rentan, kami telah mengumumkan beberapa langkah yang memungkinkan ekspor gandum untuk memastikan negara-negara yang membutuhkan diberikan prioritas," ujarnya, seperti dikutip India Narrative.


Ravindra mengatakan, India mendorong agar negara-negara maju berbuat lebih banyak mengurangi dampak buruk dari perang.

Di samping itu, ia juga menyampaikan keprihatinan atas memburuknya situasi di Ukraina, dan mendorong untuk diakhirinya kekerasan dan permusuhan. Ia juga menyerukan dimulainya kembali pembicaraan antara Ukraina dan Federasi Rusia untuk mengakhiri konflik.

"Konflik di Ukraina telah mengakibatkan hilangnya nyawa dan kesengsaraan yang tak terhitung jumlahnya bagi rakyatnya, terutama bagi perempuan, anak-anak, dan orang tua, dengan jutaan orang menjadi tunawisma dan terpaksa berlindung di negara-negara tetangga," kata Ravindra.

Bulan lalu, India yang merupakan produsen gandum terbesar kedua di dunia, mengumumkan larangan ekspor gandum karena khawatir ketahanan pangannya terganggu akibat perang.

Sebelum perang, Ukraina dan Rusia menyumbang sepertiga dari ekspor gandum dan jelai global. Tetapi sejak Moskow meluncurkan operasi militernya, pelabuhan-pelabuhan Ukraina tidak dapat beroperasi, sementara tempat penyimpanan gandum ikut dibombardir. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya