Berita

Komisi Pemilihan Umum (KPU)/Net

Politik

DPR Minta KPU Kasih Argumen Soal Anggaran Pemilu Sebesar Rp 76,6 Triliun

SELASA, 07 JUNI 2022 | 23:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi II DPR RI Cornelis meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan pernyataan yang kuat atau alasan konkret terkait anggaran KPU untuk Pemilu 2024 mendatang yang telah disepakati Rp 76,6 triliun.

Hal itu disampaikan Cornelis dalam rapat kerja bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua KPU Hasyim Asy’ari, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (7/6).

“Masalah anggaran yang diajukan oleh KPU berapapun angkanya tolong argumentasinya itu meyakinkan, karena nanti saya yang maju ke banggar sana. Kalau argumentasinya tidak meyakinkan otomatis Menkeu enak aja dia nyoretnya,” tegas Cornelis di lokasi.


Dia meminta agar setiap anggaran yang mengalami kenaikan diberikan argumen yang detail, misalnya soal kenaikan insentif panitia pemilu.

"Contoh misalnya masalah honor, dari 500ribu menjadi 1,5juta ini apa alasannya? Apakah inflasi apakah dengan 500 ribu itu tidak layak, apakah karena harga-harga naik apakah yang lain? Itu yang pertama,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mempertanyakan soal jadwal tahapan pemilu yang sudah disepakati ini, agar diperhatikan detail oleh KPU. Pasalnya, banyak daerah-daerah yang memiliki lokasi dan medan yang sulit saat melakukan pengiriman.

“Jadwal-jadwal yang ada ini, apakah mungkin atau tidak terlambat menyampaikan surat-surat suara TPS. Yang medannya cukup berat seperti kami Kalbar itu luas. Kalbar satu setengah dari Pulau Jawa, belum lagi pulau-pulau terluar yang kadang-kadang lautnya tidak bisa ditebak, belum lagi daerah pegunungan pedalaman,” katanya.

“Oleh karena itu, mohon diitung benar-benar supaya tidak terjadi kelambatan,” tutupnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya