Berita

Mendagri Tito Karnavian/Net

Politik

Lebih Setuju Kampanye 75 Hari, Tito: Biar Potensi Keterbelahan Rakyat Tidak Terlalu Lama

SELASA, 07 JUNI 2022 | 20:04 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komisi II DPR RI mengajukan masa kampanye 75 hari, sedangkan pemerintah menginginkan 90 hari. Bahkan, sebelumnya sempat diajukan KPU dan Bawaslu agar masa kampanye 6 bulan.

Terkait hal itu, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian menuturkan, usulan dari parlemen agar masa kampanye 75 hari telah disepakati. Menurutnya, pendeknya masa kampanye tersebut lebih baik guna mengurangi potensi keterbelahan rakyat yang terlalu lama.

“Dari sisi pemerintah makin pendek makin baik, kita harapkan anggaran juga berkurang dan potensi keterbelahan rakyat tidak terlalu lama, 75 hari,” ucap Tito di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (7/6).


Tito mengurai, pemerintah mengusulkan 90 hari, semata-mata untuk mengantisipasi adanya keterbelahan pendukung.

“Kita dari pemerintah 90 hari dengan pertimbangan supaya keterbelahan masyarakat tidak terlalu lama memang namanya kampanye itu bagian dari demokrasi,” imbuhnya.

Dia menambahkan masyarakat harus dibebaskan pada pilihannya masing-masing, dikhawatirkan jika masa kampanye terlalu lama berpotensi konflik sebagaiamana yang terjadi pada pemilu sebelumnya. Jika diusulkan masa kampanye oleh KPU selama 6 bulan.

"Kasian masyarakat kalau terbelah terlalu lama, padahalkan kampanye itu bisa melalui mekanisme sekarang dengan lahirnya teknologi informasi secata virtual menggunakan sosmed banyak sekali,” demikian Tito.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya