Berita

Eddy Soeparno saat menjadi narasumber dalam serial diskusi TERPOL Kang Kiflan bertajuk “KIB Tidak Dijual?” pada Selasa siang (7/6)/Repro

Politik

PAN Prediksi Pilpres 2024 Bisa Lebih dari 3 Paslon

SELASA, 07 JUNI 2022 | 17:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Amanat Nasional (PAN) tidak merasa khawatir akan terbentuknya poros koalisi setelah Koalisi Indonesia Bersatu (PAN-Golkar-PPP) terbentuk. Bahkan, PAN menyambut baik jika poros koalisi terbentuk lebih dari dua, yang nantinya akan menyuguhkan banyak pasangan calon (Paslon):

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno saat menjadi narasumber dalam serial diskusi TERPOL Kang Kiflan bertajuk “KIB Tidak Dijual?” pada Selasa siang (7/6).

“Justru kita senang kalau memang ada lebih dari dua Paslon. Saya kira itu semakin banyak pilihan masyarakat yang mana itu justru lebih baik untuk masyarakat,” kata Eddy Soeparno.


Eddy menuturkan, hajatan lima tahunan dengan lebih dua Paslon pernah terjadi pada Pilpres 2004 dan Pilpres 2009. Menurutnya, hanya di Pilpres 2014 dan 2019 yang menyuguhkan Pemilu dengan dua Paslon kepada masyarakat.

Lebih jauh, Eddy Soeparno bahkan memprediksi perhelatan Pilpres 2024 nanti bisa memungkinkan lebih dari tiga Paslon. Itu antara lain melihat konstelasi politik yang terjadi dewasa ini.   

“Jadi, menurut kami jika memang poros ada 3, bahkan ini kalau kita melihat konstelasi yang ada 4 Paslon pun bisa. Jadi, di atas kertas hal itu bisa terjadi,” tuturnya.

Atas dasar itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI fraksi PAN ini berharap pada Pilpres 2024 nanti bisa lebih dari dua Paslon. Pasalnya udah dua kali Pilpres masyarakat hanya disuguhkan dua Paslon.

“Ya betul. Kalau bisa kita hadirkan itu dari 2 dan menurut saya ini adalah opsi yang paling baik dan merupakan Pemilu yang berbeda dengan dua Pemilu sebelumnya. Karena masyarakat akan antusias melihat adanya Paslon yang mereka bisa pilih,” pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya