Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri/Net

Hukum

Lewat Desa Antikorupsi, Firli Bahuri Berharap Tidak Ada Lagi Perangkat Desa Terlibat Korupsi

SELASA, 07 JUNI 2022 | 13:29 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebanyak 686 kepala desa dan perangkat desa terjerat kasus tindak pidana korupsi, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri minta melalui Program Desa Antikorupsi dapat menghentikan praktik-praktik korupsi yang menjerat perangkat desa.

Hal itu disampaikan oleh Firli di acara kick off pembentukan percontohan Desa Antikorupsi 2022 yang diselenggarakan KPK di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa siang (7/6).

Firli mengatakan, dari data persoalan kepala desa dan perangkat desa yang terjebak dan terjerembab praktik-praktik korupsi, kurang lebih dari 601 perkara dengan melibatkan 686 kepala desa dan perangkat desa.


"Angka ini harus kita hentikan, tidak boleh ada lagi kepala desa dan perangkat desa yang melakukan praktik-praktik korupsi. Sepakat?" ujar Firli disambut teriakan "sepakat" dari peserta yang hadir, Selasa siang (7/6).

Karena kata Firli, KPK tidak akan pernah berhenti untuk melakukan upaya-upaya pemberantasan korupsi.

"Dalam rangka pemberantasan korupsi, KPK merumuskan yang kita kenalkan dengan istilah trisula pemberantasan korupsi," kata Firli.

Trisula pemberantasan korupsi itu terdiri dari pendidikan antikorupsi, pencegahan korupsi, dan penindakan korupsi.

Dalam kegiatan ini, dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman; Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa; Gubernur Lampung Arinal Djunaidi; Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah; dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Sementara itu, kepala daerah lainnya diwakili, seperti Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) diwakili oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Audy Joinaldy; Gubernur Jawa Barat (Jabar) diwakili oleh Inspektur Provinsi Jabar; Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) diwakili oleh Asisten 1 Provinsi NTT; dan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Selain itu, acara ini juga dihadiri langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar dan perwakilan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan perwakilan Menteri Keuangan (Menkeu); perwakilan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN); Bupati se-Sulsel; stakeholder lainnya di Provinsi Sulsel termasuk para Ketua DPRD Provinsi dan Kabupaten se-Sulsel, serta dari TNI-Polri.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya