Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Peringatkan Negara-negara Afrika Agar Tak Beli Gandum yang Dicuri Rusia dari Ukraina

SELASA, 07 JUNI 2022 | 11:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) memperingatkan negara-negara Afrika untuk tidak membeli gandum yang curi oleh Rusia dari Ukraina. Terlebih gandum-gandum tersebut dijual dengan harga murah.

The New York Times pada Senin (6/6) melaporkan, peringatan itu dikirimkan oleh Washington ke 14 negara, kebanyakan negara Afrika, pada pertengahan Mei lalu.

Di dalam peringatan tersebut, AS menyebut kapal kargo Rusia menjual gandum yang mereka jarah di Ukraina.


Terlepas dari peringatan tersebut, para pemimpin Afrika nyatanya melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas ekspor gandum.

Pada Jumat (3/6), Putin bertemu dengan Presiden Senegal Macky Sall dan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat di kediamannya di kota Sochi, Laut Hitam.

Setelah pertemuan itu, Mahamat mengatakan para pemimpin menyerukan penangguhan sanksi yang dikenakan Barat terhadap Rusia untuk memungkinkan ekspor gandum yang menurutnya diperlukan untuk mengurangi krisis pangan dan energi di Afrika.

"Rusia siap untuk memastikan ekspor gandum dan pupuknya," kata Sall.

Sejak Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari lalu, pasokan pangan dunia terganggu. Itu lantaran Rusia dan Ukraina merupakan dosen utama produk pangan.

Jika digabungkan, keduanya menghasilkan hampir 30 persen gandum dan jelai dunia, serta seperlima jagung dunia, dan lebih dari setengah minyak bunga mataharinya.

Laporan dari Program Pangan Dunia (WFP) PBB pada April menyebut jumlah orang yang mengalami kelaparan akut akan meningkat 33 juta menjadi 47 juta orang karena konflik di Ukraina. Diperkirakan, negara-negara di Afrika sub-Sahara menjadi yang paling terpengaruh oleh gangguan tersebut.

Afrika sendiri bergantung pada Rusia dan Ukraina untuk lebih dari 40 persen impor gandumnya. Tanzania, Rwanda dan Senegal mengimpor 60 persen gandum mereka dari kedua negara, dengan Somalia dan Benin bergantung sepenuhnya pada mereka untuk gandum.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya