Berita

Ketua KPU Hasyim Asy’ari/Net

Politik

Usai Absen Rapat untuk Temui Jokowi, Ketua KPU Sampaikan Maaf Kepada Komisi II DPR RI

SELASA, 07 JUNI 2022 | 00:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua KPU Hasyim Asy’ari meminta maaf kepada Komisi II DPR RI karena tidak hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada tanggal 30 Mei lalu tanpa adanya kabar.

Pada tanggal itu, KPU RI memilih menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Usai pertemuan itu, KPU mengumumkan masa kampanye berlangsung selama 90 hari.

Sejumlah anggota Komisi II DPR RI kecewa dengan KPU dan menganggap tidak profesional lantaran tidak melibatkan parlemen saat menetapkan masa kampanye 90 hari.


"Saya pribadi dan atas nama lembaga mohon maaf dalam hal apa yang kami lakukan audienssi dengan berbagai macam lembaga negara dan pemerintahan menimbulkan ketidaknayamanan dalam tata krama hubungan kelembagaan kita,” kata Hasyim di ruang rapat Komisi II DPR RI, Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/6).

Selain itu, Hasyim juga menuturkan bahwa dirinya tidak ada niatan untuk tidak melaporkan kepada DPR RI, tentang tahapan Pemilu 2024.

“Perlu saya samaikan bahwa tidak ada niat sama sekali, katakanlah niat-niat tidak baik, karena apa yang kami lakukan itu dalam rangka suskseskan kepemiluan ini,” imbuhnya.

Dia menambahkan, bahwa dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi dalam rangka audiensi terhadap penyelenggaraan pemilu 2024.

“Bisa kita periksa pimpinan lembaga negara dan pemerintahan, data penyelenggaran Pemilu 2024 sampai kami beraudiensi. Khusus statemen yang saya sampaikan setelah audiensi dengan presiden, setelah saya sampaikan ada titik temu bukan ada kesepakatan,” katanya.

“Kami sadar betul pembashan strategi di forumnya RDP dan raker di Komisi II ini. Sekiranya langkah atau pilihan kalimat tidak tepat, kami mohon maaf tapi semuanya dalam kerangka kegiatan kepemilun ini bisa berjlan lancar,” pungkasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya