Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto jumpa pers usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh/Net

Politik

Kode Bahasa Prabowo Mengerucut ke Anies Baswedan

JUMAT, 03 JUNI 2022 | 11:43 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pembicaraan empat mata Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh diyakini membicarakan sosok capres yang akan diusung keduanya pada Pilpres 2024.

Pasalnya, usai pertemuan yang digelar selama lima jam di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (1/6), Prabowo menyatakan "tidak harus saya" di hadapan Surya Paloh dan awak media.

Kode atau bahasa politik Prabowo tersebut, dimaknai oleh Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif'an, sebagai sinyal dari Prabowo merelakan hasrat politiknya untuk kembali maju di Pilpres.


"Kalau saya meyakini pertemuan itu bagian konsolidasi untuk memastikan, apakah Pak Prabowo maju atau tidak. Dan kalau tidak maju siapa yang didukung," ujar Ali saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (3/6).

Selain menyampaikan bahasa politik; "tidak harus saya", Prabowo juga memberi kode "kalau bisa harus yang berpengalaman".

Kode diksi tersebut, menurut Ali, tidak serta merta ditujukan kepada sosok Surya Paloh untuk maju sebagai capres 2024.

"Kalau bicara Surya Paloh maju apa engak? Kalau pandangan saya tidak lagi maju, karena sudah telat. Peluangnya bukan hari ini, tapi 2014," tuturnya.

Maka dari itu, lulusan magister politik Universitas Indonesia (UI) ini memperkirakan bahasa politik Prabowo ditujukan kepada sosok yang punya rekam jejak yang baik dan didukung oleh Surya Paloh dan Nasdem.

"Kalau melihat genealoginya ya Anies Baswedan. Makanya pertemuan Surya Paloh dengan Prabowo bisa jadi juga ada pembicaraan tentang Anies Baswedan," demikian Ali.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya