Berita

Ketua DPP Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi/Net

Politik

Antisipasi Pembelahan Politik, Rakernas Nasdem Bukan Sekadar Menjaring Capres 2024

KAMIS, 02 JUNI 2022 | 13:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gagasan Partai Nasdem untuk menyelenggarakan Rakernas pada medio Juni ini, bukan hanya sekadar menjaring calon presiden untuk pemilihan umum tahun 2024 mendatang.

Begitu disampaikan Ketua DPP Partai Nasdem Teuku Taufiqulhadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (2/6).

“Kami ingin mencari formula bagaimana menyatukan kembali bangsa yang sudah terbelah dua (stand off) secara sangat fatal ini,” ujar Taufiqulhadi.


Ia menuturkan, pada tanggal 15-17 Juni 2022 nanti sekitar 4000 kader Nasdem dari seluruh Indonesia akan membanjiri Jakarta, dengan titik kumpul di JCC, Senayan dalam rangka Rakernas.

“Kami akan mendiskusi secara sangat sangat hati-hati khwal bangsa yang sedang dirundung saling ketidakpercayaan ini,” tuturnya.

Taufiqulhadi menambahkan, pada prinsipnya Nasdem akan mengakomodir semua masukan dari partai-partai lain, yang sudah bertemu dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh akan menjadi masukan penting.

“Masukan seperti dari pimpinan Partai Gerindra, Golkar, PKS, PAN, PPP, Demokrat kepada pimpinan Nasdem menjadi sangat signifikan dalam kaitan ini,” kata Ketua DPW Partai Nasdem Aceh ini.

Lebih lanjut, Taufiqulhadi menegaskan bahwa pada Rakernas nanti pihaknya berupaya mengantisipasi langgengnya pembelahan pasca Pilpres 2019 lalu.

“Kini bangsa kita sedang mengalami pembelahan hebat akibat Pilpres yang lalu. Pembelahan itu sudah sampai ke tingkat sangat mengkhawatirkan karena sudah ke tahap menanggap pihak berseberangan dalam politik tidak pantas lagi dianggap manusia,” katanya.

“Karena itu pula nanti, kami akan menjaring calon presiden RI ke depan dalam semangat keikhlasan mencari formula untuk menyelesaikan persoalan pembelahan bangsa ini,” demikian Taufiqulhadi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya