Berita

Kepala KSP Moeldoko dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Net

Politik

Ternyata Moeldoko Juga Hadir di Acara Projo, Pengamat: Mungkin Jokowi Restui Ganjar-Moeldoko

SELASA, 31 MEI 2022 | 22:32 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sinyal dukungan yang disampaikan Presiden Joko Widodo untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Projo menyisakan banyak cerita.

Pasalnya, kehadiran Jokowi pada acara tersebut, ternyata juga didampingi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Dengan kalimat Jokowi yang mengatakan, "orang yang didukung ada di sini", memunculkan tafsiran baru bahwa presiden seperti ingin memasangkan Ganjar dengan Moeldoko di Pilpres 2024


Hal tersebut menjadi salah satu tafsiran yang Direktur Lembaga Riset dan Penelitian Indonesia, George Kuahaty dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (31/5).

"Moeldoko adalah salah satu tokoh yang hadir bersama presiden dan Ganjar. Kehadiran kedua tokoh ini (Ganjar dan Moeldoko) langsung memunculkan spekulasi Presiden Jokowi memberi dukungan secara tidak langsung dengan simbol tertentu," ujar George Kuahaty.

Pandangan itu juga didukung oleh beberapa survei, yang sampai saat ini memperlihatkan keunggulan Ganjar. Seperti hasil survei Charta Politika yang menunjukkan Ganjar memiliki elektabilitas tertinggi 29,2 persen atau sudah masuk pada angka psikologis.

"Sementara hasil survei Moeldoko terus naik pada Maret hingga April 2022, masuk 10 besar lembaga survei nasional. Peningkatan elektabilitas Moeldoko disebabkan oleh beberapa hal, seperti pengalaman dan pendidikan serta latar belakang karier kemiliteran," terangnya.

"Secara kualitatif, variabel politik Moeldoko turut mendongkrak elektabilitas dan popularitas," sambungnya.

Pasangan Ganjar dan Moeldoko bisa saja terjadi apalagi keduanya cocok dengan kriteria pemimpin yang dibutuhkan saat ini, seperti nasionalis dan pancasialis, memiliki kemampuan dan kemauan untuk melanjutkan kebijakan pembangunan pemerintah serta memiliki rekam jejak dalam pemberantasan intoleran, radikalisme, dan terorisme.

"Jadi sinyal sipil-militer atau militer-sipil yang memiliki kriteria itu sudah dipajang Pak Jokowi pada etalase Projo dengan bahasa 'ojo kesusu' dan itu bahasa ibu keduanya," katanya.

Pada akhirnya, kata Geroge, semua tetap menunggu tanggal main hingga tiket politik digenggam. Beberapa faktor yang menentukan figur capres seperti jejaring politik, ekonomi, sosial, profil, ideologi, dan mesin partai turut mempengaruhinya.

"Moeldoko atau Ganjar menjadi sosok yang akan didukung penuh oleh Jokowi," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya