Berita

Gde Siriana Yusuf/Net

Politik

Gde Siriana: Kepemimpinan Nasional Hari Ini Ibarat Sopir Tembak, Tak Peduli dengan Kerusakan Mobil

SELASA, 31 MEI 2022 | 19:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama tujuh setengah tahun dikeluhkan sejumlah kalangan lantaran tak memberikan perubahan lebih baik untuk demokrasi di Indonesia.

Salah satu yang memberikan evaluasi terhadap rezim Jokowi ialah Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gde Siriana Yusuf.

Menurutnya, Jokowi sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan tak memberi teladan yang baik kepada masyarakat.


Contoh nyata yang dia lihat, Jokowi melampaui batas membangun dinasti politik. Tidak hanya memasang anak dan menantunya sebagai pejabat eksekutif di tingkat daerah, tapi melebarkan sayap hingga ke lembaga yudikatif melalui perkawinan adiknya, Idayati dengan Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman.

"Jika kedaulatan rakyat dilanggar oleh pemerintahan hari ini (Eksekutif Legislatif dan MK), kepada siapa lagi rakyat mengadu?" ujar Gde Siriana kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/5).

Tak cuma itu, Gde Siriana juga menilai tata kelola pemerintahan Jokowi sudah ugal-ugalan. Utamanya dari segi perekonomian, di mana utang negara di masanya sudah mencapai Rp 7.052,5 triliun per Maret 2022.

Dari situ, Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) ini memberikan pengibaratan kepada Jokowi soal gaya kepemimpinannya yang terkesan abai dengan masa depan bangsa.

"Kepemimpinan nasional hari ini ibarat sopir tembak, enggak peduli dengan kerusakan mobil yang diwariskan kepada sopir berikutnya," tuturnya.

Di samping itu, Gde Sirian juga menyampaikan pandangannya terkait minimnya upaya rezim Jokowi memperbaiki sistem demokrasi Indonesia.

Indikator yang dipakainya yaitu mengenai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen yang masih dipertahankan.

"Demokrasi dengan pemberlakuan presidential threshold 20 persen secara sistematis menghancurkan sistem regenerasi kepemimpinan dalam Parpol. Mereka tidak melakukan regenerasi, lebih suka pemimpin instan yang punya elektabilitas tanpa kapabilitas dan visi seorang pemimpin," tandas Gde Siriana.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya