Berita

Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid/Net

Politik

Partai Politik Harus Saling Mengormati, Ketua Golkar: KIB Masih Buka Pintu untuk Ide yang Sejalan

SELASA, 31 MEI 2022 | 17:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dimotori Partai Golkar, PAN dan PPP untuk menghindari perpecahan yang mungkin terjadi di tengah masyarakat Indonesia pada gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Begitu dikatakan Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid menanggapi komentar berbagai kalangan yang menyoal terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu. Kata dia, KIB dibentuk untuk mencegah perpecahan jika kembali muncul hanya dua calon presiden di Pilpres 2024.

Dengan motor tiga partai tersebut, lanjutnya, KIB sudah mengantongi tiket untuk mencalonkan presiden lantaran kursi yang dimiliki ketiga partai ini sudah melebihi ambang batas presidential threshold.


Tepatnya, Golkar dengan 12,31 persen jumlah kursi, PAN 6,84 persen dan PPP dengan 4,53 persen. Total kursi yang dimiliki KIB sebesar 23,67 persen jauh di atas ambang batas presidential threshold sebesar 20 persen kursi DPR RI.

“Ini menunjukkan KIB sudah mampu untuk mengusung pasangan capres dan cawapres sendiri,” kata Meutya Hafid kepada wartawan, Selasa (31/5).

Namun hingga kini, kata Ketua Komisi I DPR RI itu, KIB belum menentukan siapa calon presiden yang akan diusung, meski masing-masing anggota koalisi mungkin sudah memiliki calonnya yang dijagokan secara internal.

Termasuk Golkar, yang sesuai amanat Munas dan Rapimnas akan mengusung Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Untuk saat ini, kata Meutya lagi, KIB masih menyelaraskan gagasan dan membuka pintu bagi partai politik lain yang ingin bergabung.

“KIB juga masih membuka pintu lebar-lebar untuk masuknya anggota koalisi baru dari partai mana pun yang memiliki tujuan, platform dan ide-ide yang sejalan,” terangnya.

Meutya juga mengatakan, dalam hubungan dengan partai politik lain ini, Golkar terus menjaga sikap untuk saling menghormati keputusan dan pilihan masing-masing. Tidak hanya sesama anggota KIB atau partai lain anggota koalisi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo, namun juga dengan partai koalisi.

Meutya menekankan, Golkar senantiasa menjaga hubungan yang mesra dan saling menghormati dengan semua partai yang ada di Tanah Air. Golkar juga tidak melakukan intervensi ke partai lain dan tidak berharap ada intervensi partai lain ke Golkar.

Menurutnya, Golkar saat ini dalam posisi yang sangat solid untuk mendukung pencalonan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. Kondisi internal Golkar juga tidak ada perpecahan, bahkan isu-isu yang berembus di luar sudah dibantah oleh kader di Golkar.

“Dalam berpolitik yang cerdas dan sehat, Golkar berharap masing-masing partai untuk menunjukkan sikap saling menghormati, tanpa harus memberikan pernyataan negatif terhadap partai lain,” pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya