Berita

Perdana Menteri Kanada, Justrin Trudeau/Net

Dunia

Kanada Perkenalkan UU Pembatasan Senjata Api, Respons Penembakan di AS

SELASA, 31 MEI 2022 | 09:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Kanada telah memperkenalkan RUU untuk membekukan kepemilikan senjata api, yang artinya juga akan melarag penjualan dan impor senjata tersebut.

Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan, RUU tersebut merupakan bagian dari upaya mengendalikan dan membatasi peredaran senjata api dan mainan seperti senjata di publik.

"Kami memperkenalkan UU untuk menerapkan pembekuan nasional kepemilikan senjata api. Artinya, tidak mungkin lagi lagi membeli, menjual, mentransfer, atau mengimpor senjata api di mana pun di Kanada," kata Trudeau dalam konferensi pers pada Senin (30/5), seperti dimuat TRT World.


RUU itu juga berisi upaya pelucutan bagi siapapun yang terlibat dalam kekerasan dalam rumah tangga atau menguntit lisensi senjata api. Otoritas juga dapat mengambil senjata api dari mereka yang dianggap berisiko membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Sementara senjata magasin laras panjang dengan kapasitas lebih dari lima peluru juga akan dilarang.

Di samping itu, RUU itu juga akan memperkuat keamanan perbatasan dan hukuman pidana untuk perdagangan senjata api.

RUU tersebut merupakan tanggapan serius Kanada atas melonjaknya kekerasan akibat senjata api di Amerika Serikat (AS) baru-baru ini, termasuk di sebuah sekolah di Texas dan supermarket di New York.

"Orang harus bebas pergi ke supermarket, sekolah, atau tempat ibadah mereka tanpa rasa takut. Orang harus bebas pergi ke taman atau ke pesta ulang tahun tanpa khawatir tentang apa yang mungkin terjadi jika ada peluru nyasar," ujar Trudeau.

"Kekerasan senjata adalah masalah yang kompleks. Tetapi pada akhirnya, perhitungannya sangat sederhana. Semakin sedikit senjata di komunitas kita, semakin aman semua orang," tambah dia.

Menurut badan statistik pemerintah Kanada, hampir dua pertiga dari kejahatan senjata di daerah perkotaan melibatkan senjata api.

Otoritas Kanada juga kerap menyoroti penyelundupan senjata dari Amerika Serikat (AS).

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya