Berita

Pawai bendera Israel di Gerbang Damaskus menuju Kota Tua, Yerusalem/AP

Dunia

Pawai Bendera Israel, Ribuan Orang Serbu Gerbang Damaskus dan Kompleks Masjid Al Aqsa

SENIN, 30 MEI 2022 | 09:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ribuan orang Israel yang dikenal sebagai kelompok ultranasionalis merayakan Hari Yerusalem dengan menggelar pawai bendera sembari menyerbu Gerbang Damaskus pada Minggu (29/5).

Hari Yerusalem diperingati untuk merayakan penaklukan Israel atas Yerusalem Timur yang diduduki dalam perang 1967. Israel kemudian mencaplok daerah itu, meski langkah tersebut tidak diakui secara internasional.

Setiap tahun, ribuan kelompok sayap kanan Israel berpartisipasi dalam pawai, mengibarkan bendera Israel dan menyanyikan lagu-lagu saat mereka melewati jalan-jalan sempit di kawasan Kota Tua.


Menurut laporan Al Jazeera, mayoritas yang melakukan pawai adalah lelaki muda Yahudi Ortodoks. Mereka berkumpul di luar Gerbang Damaskus sembari meneriakkan slogan-slogan seperti "Matilah orang Arab", "Bangsa Yahudi hidup", dan "Biarkan desa Anda terbakar".

Umumnya Kota Tua dipenuhi oleh orang-orang Palestina. Namun polisi Israel telah membersihkan warga Palestina dari daerah tersebut untuk mencegah konflik.

Warga Palestina dipaksa untuk menutup bisnis mereka dan tinggal di dalam rumah.

Sebelum pawai, ratusan orang Yahudi juga memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, yang memicu bentrokan antara Israel dan Palestina.

Israel sendiri telah mengerahkan sekitar 3.000 polisi di seluruh kota Yerusalem menjelang pawai yang berlangsung dari Minggu sore hingga malam.

Israel dilaporkan juga mencegah jurnalis dan fotografer Palestina memasuki Masjid Al Aqsa dan mengancam mereka dengan penangkapan.

Selama bentrokan, pasukan Israel menembakkan peluru karet ke pengunjuk rasa Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa, dalam upaya untuk membubarkan mereka.

Setidaknya 18 warga Palestina ditangkap dari dalam Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki.

Beberapa orang Yahudi yang memasuki kompleks Masjid Al Aqsa berusaha untuk berdoa, membuat marah warga Palestina.

Berdasarkan hukum, umat Yahudi tidak diizinkan di kompleks Masjid Al Aqsa. Namun, beberapa orang Israel sayap kanan percaya bahwa mereka harus diizinkan untuk berdoa untuk membalikkan status quo di situs tersebut.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

UPDATE

Sarjan Didakwa Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Rp11,4 Miliar

Senin, 09 Maret 2026 | 20:15

Prabowo Sadar Masih Ada Unsur Pimpinan yang Mengecewakan

Senin, 09 Maret 2026 | 20:02

Sarjan Didakwa Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara Rp11,4 Miliar

Senin, 09 Maret 2026 | 19:42

Mitra SPPG Laporkan Dugaan Korupsi ke Kejagung

Senin, 09 Maret 2026 | 19:31

PDIP Persoalkan Status TNI Siaga I Diumbar ke Publik

Senin, 09 Maret 2026 | 18:53

Rupiah Ditutup Lesu Usai Jebol Rp17.000, Ini Biang Keroknya

Senin, 09 Maret 2026 | 18:38

Mojtaba Khamenei Langsung Komandoi Gelombang ke-30 Serangan Militer ke Israel-AS

Senin, 09 Maret 2026 | 18:11

Ahmad Najib Gelar PANsar Ramadan di Kabupaten Bandung

Senin, 09 Maret 2026 | 17:56

Sustainability Bond Tahap II bank bjb Diminati Investor

Senin, 09 Maret 2026 | 17:40

Prabowo Resmikan 218 Jembatan Bailey hingga Armco di Aceh

Senin, 09 Maret 2026 | 17:24

Selengkapnya