Berita

Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Muslim Arbi Minta Jokowi Tidak Ragu Lagi Pecat Luhut

SENIN, 30 MEI 2022 | 08:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dinilai hanya membuat hubungan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo renggang. Sebab, tidak sedikit arah politik Jokowi berbeda dengan Megawati. Untuk itu, Jokowi disarankan untuk tidak ragu lagi memecat Luhut dari lingkar istana.

Begitu saran dari Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi. Menurutnya, Jokowi tidak perlu merasa tergantung pada Luhut. Tugas-tugas penting negara tidak perlu lagi diserahkan kepada Luhut, mengingat selama ini juga tidak ada tugas yang tuntas di tangan mantan Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat TNI AD) itu.

"Mana tugas Luhut yang sukses dikerjakan? Dahulu sebagai Menko Polhukam, tidak becus. Lalu dipindahkan ke Menko Maritim dan Investasi, mana hasilnya?" ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (30/5).


Selain dianggap tidak ada hasil, Luhut juga menjadi salah satu faktor kaburnya investor pembangunan Ibukota Negara (IKN) Nusantara. Bahkan Luhut juga sempat melempar wacana yang membuat tegang Istana dengan partai pengusung Jokowi, PDIP. Khususnya soal wacana presiden 3 periode dan penundaan pemilu mencuat.

"Diberi macam-macam tugas, eh malah urus tiga periode dan tunda pemilu. Gagal lagi. Sudah salah kamar, gagal lagi," kata Muslim.

Apa yang dilakukan Luhut tersebut kata Muslim, merupakan sebuah tamparan telak buat Jokowi. Sehingga, Jokowi disarankan untuk segera memecat Luhut.

"Sudah sempat rangkap jabatan yang langgar UU, eh gak becus lagi. Malah bikin Jokowi tegang dan renggang dengan PDIP dan Megawati. Jokowi jangan ragu lagi pecat Luhut," pungkas Muslim.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya