Berita

Banjir rob di Kawasan Berikat Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang/RMOLJateng

Nusantara

IA ITB Kritisi Polemik Banjir Rob Jateng, Mulai dari Investigasi Simpang Siur hingga Nihil Regulasi

MINGGU, 29 MEI 2022 | 19:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Banjir rob yang terjadi di Jawa Tengah baru-baru ini menuai polemik. Ditambah beberapa lembaga mengeluarkan kajian yang berbeda-beda, mulai dari BRIN, BMKG, hingga BNPB.

Kepala Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB, Heri Andreas melihat polemik ini cukup memprihatinkan karena dasar pengurangan risiko bencana melalui upaya prevensi mitigasi dan atau adaptasi harus berbasis investigasi.

"Jika hasilnya berbeda-beda, dimungkinkan upaya pengurangan risikonya menjadi salah kaprah. Kalau kita lihat di lapangan, pemerintah telah membangun tanggul, namun ternyata banjir rob masih kerap terjadi," kata Heri dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/5).


Menurutnya, masih terjadinya banjir rob di wilayah Gubernur Ganjar Pranowo ini lantaran investigasi belum sempurna. Polemik yang terjadi juga mencerminkan masih lemahnya negara dalam memahami bencana.

"Terkait banjir rob di Pantura, upaya pengurangan risiko bencananya belum ditunjang regulasi yang cukup, sehingga akan berdampak ke kelembagaan, program hingga anggaran," papar Heri yang juga Kepala Laboratorium Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB ini.

Dari hasil kajian Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB bekerja sama dengan Laboratorium Geodesi ITB, banjir rob di Pantura pada 23 Mei 2022 berkaitan dengan penurunan tanah atau land subsidence. Banjir rob juga diperparah oleh gelombang tinggi dan jebolnya tanggul di beberapa tempat.

Di sisi lain, selama ini banjir rob belum secara tegas masuk ke dalam kategori bencana dalam Undang-undang Kebencanaan. Hal ini menyulitkan pemerintah pusat hingga daerah dalam membuat program komprehensif, termasuk menentukan leading sector-nya.

Alhasil, kondisi ini akan menjadikan bencana hanya dilihat secara parsial, dan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Hal ini terbukti dari polemik yang terjadi pada banjir rob di Jawa Tengah.

"Mudah-mudahan pemerintah dapat membaca situasi ini dan mengambil langkah-langkah yang tepat," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya