Berita

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Nasdem, Rico Sia/Net

Politik

Masih Dibutuhkan Masyarakat, Nasdem Minta Subsidi Migor Curah Tidak Dicabut

MINGGU, 29 MEI 2022 | 16:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebijakan pemerintah akan mencabut subsidi minyak goreng (Migor) curah bagi masyarakat miskin direspons pro dan kontra.

Anggota Komisi VII DPR Fraksi Nasdem, Rico Sia salah satu wakil rakyat yang tidak setuju dengan rencana kebijakan itu. Alasan tidak setuju, pencabutan subsisi Migor merupakan kebijakan tidak tepat.

Rico mengatakan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk mencabut subsidi bagi rakyat miskin. Paska pandemi Covid-19, masyarakat maupun para pengusaha mikro baru mau memulai mengembangkan bisnisnya.


"Masyarakat barulah ingin bangkit dari keterpurukan akibat pandemi,” imbuhnya.

Politisi Nasdem dari Dapil Papua Barat ini berharap agar pemerintah tetap memberikan subsidi kepada masyarakat, karena ia yakin, subsidi masih sangat dibutuhkan.

"Harapan saya secara pribadi, pemerintah masih memberi ruang subsidi untuk minyak goreng bagi masyarakat berpendapat dibawah rata rata dan pengusaha mikro,” katanya.

Pemerintah sudah mencabut harga eceran tertinggi minyak goreng dengan mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya adalah kerugian yang dialami oleh industri pengolahan, perkebunan dan para petani sawit.

Kemudian dibuat kebijakan subsidi dengan tujuan untuk melindungi masyarakat yang berpendapatan di bawah rata rata serta pengusaha mikro dari fluktuasi harga yang disebabkan oleh berbagai faktor, baik itu rantai pasok maupun rantai nilai serta variable lainnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika dalam rapat kerja Komisi VII DPR, Selasa (24/5) mengatakan Pemerintah bakal mencabut subsidi minyak goreng curah mulai 31 Mei 2022.

Pencabutan subsidi ini sedang menunggu persetujuan dan tanda tangan dari Menteri Perindustrian. Menurut Putu, kebijakan ini diputuskan setelah pemerintah menerbitkan dua aturan baru, menyusul tindak lanjut dibukanya ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya