Berita

Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat peresmian Rumah Kreatif Belitung/Ist

Politik

Resmikan Rumah Kreatif, Menparekraf: Sebentar Lagi Tour de Belitung, Siapkan Produk Kreatif untuk Wisatawan

SABTU, 28 MEI 2022 | 22:31 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bersama Yayasan Indonesia Setara, meresmikan Rumah Kreatif Belitung yang dibina oleh Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) Bangka Belitung.

Rumah Kreatif Belitung tersebut, nantinya akan digunakan sebagai pelatihan keterampilan oleh warga dalam berwirausaha.

Pada acara tersebut, Sandiaga Uno memberikan pelatihan UMKM kepada masyarakat untuk meningkatkan inovasi serta soft skill untuk membuka peluang-peluang bisnis baru.


"Hari ini saya memberikan pelatihan UMKM berkaca kepada pengalaman saya 25 tahun yang lalu di mana saya memulai usaha setelah krisis. Ternyata di balik krisis itu banyak peluang-peluang usaha," ujar Sandiaga Uno dalam keterangannya, Sabtu (28/5).

"Jadi saya tadi memberikan beberapa kiat seperti inovasi, soft skill yang ditujukan berani mengambil risiko, beradaptasi dan etos kerja '4 As', kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas," imbuhnya.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini juga mengatakan, di bulan Oktober nanti akan ada tour 250 kilometer. Diharapkan, masyarakat pada kegiatan tersebut dapat menyuguhkan produk-produk kreatif.

"Dalam bulan Oktober nanti akan ada Tour de Belitung lagi 250 kilometer, ini pasti akan banyak yang ikut serta. Oleh karena itu produk-produk ekonomi kreatif kita harus siap. Sehingga para wisatawan bisa 'Rojali' rombongan yang jadi beli, bukan hanya 'Rohali' rombongan hanya lihat," katanya.

Sementara itu, Haryanto selaku Ketua Relawan Gemawira Bangka Belitung berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat dapat lebih meningkatkan kreatifitasnya.

Selain membuat karya produksi, Haryanto juga akan melanjutkan dengan pencarian celah pemasaran. Pemasaran yang dilakukan tidak hanya dalam negeri, Haryanto berharap produk-produk unggulan Bangka Balitung dapat dibutuhkan di luar negeri.

"Selanjutnya kami jelas akan memotivasi lanjutan kepada mereka, kalau mereka sudah berproduksi kita carikan untuk pasarannya," katanya.

Dia berharap, dengan kegiatan ini akan ada lagi produk dari Bangka Belitung yang di ekspor ke luar negeri. Seperti produk sebelumnya yaitu sedotan purun yang terbuat dari tanaman liar atau rumput liar. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya