Berita

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Kenang Sosok Buya Syafii Maarif, Saleh Daulay: Beliau adalah Orang Tua, Guru dan Mentor Saya di Muhammadiyah

JUMAT, 27 MEI 2022 | 14:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Duka mendalam atas kepergian Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif turut dirasakan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay.  

Buya Syafii, begitu sapaan akrab almarhum, menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

“Saya sangat berduka atas wafatnya ayahanda Syafii Ma'arif. Beliau memiliki tempat khusus di dalam hati sanubari saya. Tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa beliau adalah orang tua saya, guru saya, mentor dan senior saya di Muhammadiyah,” ucap Saleh Daulay.


Saleh yang juga mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini sangat dekat dengan sosok almarhum Buya Syafii Maarif.

"Saya banyak berinteraksi dengan beliau saat masih menjabat ketua umum PP. Muhammadiyah. Tidak hanya di Muhammadiyah, saya juga dipercaya oleh beliau untuk menjadi direktur program di Ma'arif Institut. Ketika saya menjabat Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, beliau sering sekali memberi nasehat. Nasehatnya selalu tajam, geniune dan kritis. Arahnya, bagaimana agar kami generasi muda memiliki kepekaan tinggi terhadap dinamika sosial, ekonomi, politik di Indonesia,” kenang Saleh.

Saleh mengatakan dirinya terakhir berkomunikasi dengan almarhum Buya Syafii sebelum masuk mendiang masuk sakit. Waktu itu, beliau meminta Saleh membeli buku 'HAMKA & ISLAM: Reformasi Kosmopolitan di Dunia Melayu'. Selain karena sejalan dengan isu dunia Melayu yang juga menjadi tema penelitian saya, Buya juga ingin agar saya bisa membumikan profile Hamka dalam politik dan kehidupan sosial.

"Itulah buya. Tidak pernah lupa pada kami. Selalu tulus memberi nasehat. Dulu, waktu banyak orang pindah-pindah partai, dia bilang ke saya. Kamu jangan loncat-loncat. Sekali di PAN tetap harus di PAN. Kalau pindah-pindah, itu menandakan sikap pragmatisme yang tidak berujung,” katanya.

Saat ini, Buya Syafii telah wafat. Banyak warisan yang ditinggalkan. Karya tulis banyak yang sudah ditorehkan. Banyak sudah orang yang mengkaji pemikiran beliau dalam bentuk skripsi, tesis, bahkan desertasi. Tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

“Ini menunjukkan pengakuan luar biasa dari dunia akademisi atas kontribusi beliau bagi Indonesia,” tuturnya.

Tidak hanya itu, kata Saleh, Buya Syafii Maarif adalah sosok yang sangat disegani. Para politisi akan sangat mendengarnya. Bahkan tidak jarang, mereka datang secara khusus untuk meminta nasehat.

Seperti biasa, Buya akan menyampaikan nasehat secara tegas, lugas, dan bermartabat. Dia memberi nasehat bukan untuk mengharapkan sesuatu. Semuanya selalu dilakukan dengan ketulusan.

Sikap itu telah terpatri sejak lama. Mungkin karena pengalaman hidup yang dijalaninya. Buya menganggap bahwa apa yang diraihnya hari ini jauh dari apa yang pernah dibayangkan sebelumnya.

“Dulu beliau sangat susah. Sampai-sampai, beliau pernah bilang seperti ini. “Kalau bukan karena belas kasihan ombak, maka tidak mungkin saya terhempas ke tepian pantai". Begitulah ungkapan yang disampaikan untuk menggambarkan keprihatinan hidupnya,” kenangnya.

Menurut Saleh, Kecintaan Biya pada bangsa Indonesia adalah bagian dari rasa syukurnya. Dia merasa bahwa berbagai ketidakadilan, kesenjangan, konflik dan kekerasan harus diakhiri. Indonesia harus menjadi rumah bagi semua. Tidak boleh ada diskriminasi. Tidak boleh ada yang ditinggalkan. Semua harus diperlakukan sama, setara, dan adil.

"Saya yakin, semua kontribusi pemikiran dan aktivitas beliau selama ini akan menjadi amal kebajikan. Kami akan rindu padamu Buya. Banyak pekerjaan dan nasehatmu yang masih perlu dibumikan. Selamat jalan dan semoga Allah memberikan ridha dan ampun,” demikian Saleh Daulay.

Jenazah Buya Syafii Maarif sedang dishalatkan di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta. Seusai disholatkan, jenazah Buya Syafii rencananya akan dimakamkan di pemakaman husnul khatimah Kulonprogo.

"Buya dibawa ke masjid besar Kauman untuk disalatkan selepas jumatan hingga ashar. Lanjut akan dimakamkan di pemakaman husnul khatimah di Kulonprogo," kata Ketua MDMC Muhammadiyah Budi Setiawan kepada wartawan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya