Berita

Artileri howitzer M777/Net

Dunia

Mantan Jenderal NATO: Rusia Hanya Punya 9 Bulan Sebelum Ukraina Melakukan Serangan Balasan

JUMAT, 27 MEI 2022 | 12:30 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Berbagai bantuan militer yang telah dikirimkan oleh negara-negara Barat kepada Ukraina membuat Kyiv semakin kuat. Namun saat ini, pasukan Ukraina masih dalam proses pelatihan sebelum akhirnya melakukan serangan balasan ke Rusia.

Mantan komandan NATO, Letnan Jenderal Konstantinos Loykopoulos menuturkan, pasukan Ukraina selama ini telah berani mengusir Rusia dari kota-kota besar, seperti Kyiv, Chernihiv, Sumy, dan Kharkiv selama beberapa pekan terakhir.

Tetapi sejauh ini Ukraina belum meluncurkan serangan balasan. Itu lantaran mereka membutuhkan waktu untuk mengasimilasi peralatan militer yang diberikan Barat.


“Tank dan kendaraan lapis baja membutuhkan tahap awal pelatihan pribadi dan pelatihan tim untuk pengemudi, penembak, reloader dan komandan,” kata Loukopoulos, yang telah mengajar perang tank di akademi militer di Kyiv dan Moskow.

Menurut Loukopoulos, membutuhkan waktu setidaknya enam bulan untuk melakukan pelatihan di medan perang.

"Siklus pelatihan setidaknya enam bulan, dan itu tidak berubah di masa perang. Siklus pelatihan setidaknya enam bulan, dan itu tidak berubah di masa perang," terangnya, seperti dikutip Al Jazeera.

Sejak Rusia meluncurkan "operasi militer khusus" di Ukraina pada 24 Februari lalu, sejumlah negara seperti AS, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, dan Republik Ceko telah menjanjikan berbagai jenis persenjataan dan artileri.

AS telah mengirim 90 artileri howitzer M777, sekitar 18 telah diserap. Sementara sekitar 12 hingga 14 howitzer self-propelled César dikirim oleh Prancis.

"Bagi Ukraina, untuk menyerap senjata dari Barat dan membuatnya operasional, membentuk unit yang tepat, dan melatih mereka, dibutuhkan delapan, sembilan bulan," kata Loukopoulos.

Selama proses penyerapan senjata ini, ia melanjutkan, Putin memiliki kesempatan untuk memenangkan perang atau mencapai negosiasi. Lantaran setelahnya, Ukraina bisa melakukan serangan balasan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya