Berita

Rhee Keun, mantan anggota pasukan khusus Angkatan Laut Korea Selatan yang menjadi sukarelawan pejuang Ukraina/Reuters

Dunia

Cedera di Medan Perang, Warga Korsel Ini Pulang dari Ukraina Usai Jadi Pejuang Sukarelawan

JUMAT, 27 MEI 2022 | 11:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rhee Keun adalah salah satu dari banyak sukarelawan di seluruh dunia yang berbondong-bondong ke Ukraina untuk membantu Kyiv memerangi pasukan Rusia.

Rhee yang merupakan mantan anggota pasukan khusus Angkatan Laut Korea Selatan ini memutuskan untuk pergi ke Ukraina meski pemerintah memberlakukan larangan.

Alhasil, ketika ia kembali pulang pada Jumat (27/5), kedatangannya sudah disambut oleh polisi.


Rhee sendiri pulang karena harus memulihkan diri akibat cedera selama di medan perang. Namun ia berkomitmen untuk kembali ke Ukraina setelah pulih.

"Saya belum sepenuhnya meninggalkan medan perang, tetapi datang untuk pulih dari cedera. Saya ingin kembali karena perang belum berakhir, masih banyak yang harus dilakukan," kata Rhee di bandara, seperti dikutip The Star.

Rhee mengatakan dia menderita cedera ligamen pada kedua kakinya. Tetapi dia sudah bisa berjalan.

Menurut Rhee, sekitar 10 polisi telah menunggunya ketika dia turun dari pesawat. Mereka telah menyuruhnya untuk dikarantina selama seminggu sebagai tindakan pencegahan Covid-19, dan dia kemudian akan dipanggil untuk diinterogasi.

"Saya akan bekerja sama dalam penyelidikan," ucap Rhee.

Selama ikut bertempur di Ukraina, Rhee telah mengunggah gambar dan video pengalamannya di media sosial.

Rhee sendiri pergi ke Ukraina pada pertengahan Maret. Ketika itu, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengajukan pengaduan ke polisi dengan tuduhan Rhee telah melanggar undang-undang paspor.

Korea Selatan melarang warganya bepergian ke Ukraina sejak Februari karena alasan keamanan. Berdasarkan aturan, mereka yang menentang larangan dapat dipenjara hingga satu tahun atau didenda 10 juta won.

Rhee mengatakan Ukraina telah menawarinya kewarganegaraan dan bahkan tanah, tetapi dia menolak.

"Saya pikir tidak benar mengambil kewarganegaraan untuk menghindari denda atau pengadilan," tegasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya