Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto bersama Her Majesty Queen Maxima/Net

Politik

Bertemu Her Majesty Queen Maxima, Menko Airlangga Bicara Inklusi Keuangan Indonesia

KAMIS, 26 MEI 2022 | 17:06 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perluasan tingkat keuangan inklusif bagi masyarakat Indonesia untuk mendukung sistem pembayaran UMKM sudah menjadi fokus pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan sistem keuangan yang inklusif, kegiatan ekonomi masyarakat di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) akan lebih mudah sehingga pada akhirnya kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Perkembangan inklusi keuangan ini pula yang turut dibahas Menteri Koordonator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam pertemuan bersama Her Majesty Queen Maxima dari Kerajaan Belanda pada rangkaian World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss, Selasa lalu (24/5).


Dalam pertemuan itu pula, Airlangga menyinggung soal Peraturan Presiden 114/2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang sudah diterbitkan pemerintah.

“Peraturan ini memberi arah kebijakan inklusi keuangan untuk memperluas akses layanan keuangan formal lebih luas, dan juga menetapkan target inklusi keuangan (berdasarkan penggunaan) menjadi 90% pada 2024,” kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/5).

Keuangan inklusif penting dalam mendukung kemajuan UMKM dari sisi pengaturan keuangan maupun sistem pembayarannya. Apalagi, perkembangan UMKM di Indonesia telah tumbuh signifikan dengan kontribusi mencapai kisaran 61% terhadap PDB nasional dan menyerap 97% dari total tenaga kerja di Indonesia.

Namun sayang, Airlangga menyebut UMKM di Indonesia masih belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

“Digitalisasi harus diupayakan untuk membantu branding dan pemasaran UMKM, serta mempermudah transaksi dan pencatatan keuangan UMKM dengan memanfaatkan platform pembayaran digital,” ucap Menko Airlangga.

Kepada Her Majesty Queen Maxima, Menko Airlangga menegaskan kembali komitmen Indonesia melanjutkan kemajuan inklusi keuangan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

“Melalui inklusi keuangan, kami ingin juga meningkatkan keterlibatan sektor informal serta membentuk rantai pasok pertanian yang lebih kuat,” tutup Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Her Majesty Queen Maxima memastikan Belanda ikut mendorong dan membawa G20 semakin mendunia, serta aspirasi dalam menjalin kerja sama yang lebih kuat dengan Indonesia.

Her Majesty Queen Maxima juga akan menugaskan tim dari Kedutaan Besar Belanda di Jakarta untuk membahas teknis kerja samanya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya