Berita

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa masuk radar PKB untuk Pilpres 2024/Net

Politik

Wacanakan Poros Baru Pilpres 2024, Jenderal Andika Perkasa Masuk Radar PKB

RABU, 25 MEI 2022 | 18:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memungkinkan bakal membentuk poros koalisi baru untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Saat ini, PKB masih terus melakukan penjajakan dengan semua partai politik dan figur-figur Capres potensial.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid kepada wartawan di Komplek Parlemen Senayan, Rabu (25/5).

“Biasanya penjajakan di Indonesia sifatnya pada kekeluargaan kultural gitu, tidak straight, ngobrol dulu, ngopi dulu gitu kaya pacaran. Bukan diskusi serius pasang slide, gimana arah koalisi, gimana arah, nanti ketemu jodoh. Jadi kira-kira begini ada selalu faktor x di dalam pasangan Capres dan Cawapres faktor x,” kata Jazilul.


Saat disinggung “ngopi-ngopi” PKB dengan Parpol, Jazilul mengatakan enggan terburu-buru langsung menentukan Capres maupun Cawapres. “Belum lah, ojok kesusu katanya,” ucap Jazilul.

Jazilul menegaskan bahwa PKB ingin mendorong Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Capres jika poros koalisi baru terbentuk. Sebab menurutnya, PKB sudah mengantongi suara 10 persen Presidential Threshold (PT).  

“Kita berharap 2024 sudahlah partai-partai ini berikan bukti kepada masyarakat bahwa partai ini bekerja untuk melahirkan kader sebisa mungkin calonnya dari ketua umum partai kan lebih enak lebih fair,” tuturnya.

Meskipun, kata Wakil Ketua MPR RI fraksi PKB ini, figur non Parpol juga masuk radar Capres atau capres PKB. Jazilul mengamini bahwa figur seperti Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa masuk radar PKB.  

“Masuk dong,” tandasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya