Berita

Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Politik

Saleh Daulay Tegaskan Koalisi Indonesia Bersatu Ingin Menangkan Pilpres 2024

SELASA, 24 MEI 2022 | 17:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Amanat Nasional (PAN) menyambut baik partai politik (parpol) lain yang ingin bergabung dangan Koalisi Indonesia Bersatu. Sebab, itu menandakan bahwa PAN, Golkar, dan PPP yang bergabung dalam koalisi cukup diperhitungkan dan prospektif oleh parpol lainnya.
 
“Karena ini (Koalisi Indonesia Bersatu) adalah koalisi terbuka, tentu kita terbuka bagi siapapun untuk bergabung, apalagi tentu partai-partai politik. Masyarakat luas saja, kita terbuka untuk menerima masukan, gagasan, pemikirannya, juga hal-hal yang bersifat teknis dalam menyongsong pemilu mendatang kita harapkan itu bisa berkontribusi,” ujar Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/5).  

Namun berbeda dengan keinginan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu dan langsung mensyaratkan jadi capres, Saleh menilai itu terlalu terburu-buru.


Sebab, baik Golkar, PAN, dan PPP sampai sejauh ini belum bicara soal wacana mengusung satu pasangan calon yang diusung pada Pilpres 2024.

“Karena kami di internal (Koalisi Indonesia Bersatu) masih ada keinginan untuk mendorong kader-kadernya, katakanlah jadi capres, cawapres, atau pemimpin nasional. Dalam hal ini tentu Airlangga mungkin partai Golkar pasti berkeinginan. Ya wajar, karena beliau ketua umum partai. Kemudian PAN, kita juga punya kader yang banyak, Ketua Umum kami (Zulkifli Hasan) sudah sangat representatif. Lalu PPP Pak Suharso, cukup potensial,” tuturnya.

Kendati demikian, Ketua DPP PAN ini menyebut hingga saat ini Koalisi Indonesia Bersatu belum menentukan satu pasang nama tertentu. Saat ini koalisi tengah menyusun tahapan-tahapan yang akan dilalui bersama.

Tahapan-tahapan itu antara lain menyusun gagasan dan pemikiran, mekanisme menghadapi pemilu ke depan, bentuk koalisinya akan dibangun seperti apa, hingga bagaimana menentukan capres dan cawapres.

“Dan perlu diingat bahwa koalisi ini ingin menang juga. Sekali lagi saya katakan, koalisi ini ingin menang,” tegasnya.

“Kalau ingin menang harus menentukan capres-cawapres yang diinginkan masyarakat. Kita lihat hasil surveinya, hasil pandangan masyarakat terkait itu, akan dilihat elektabilitasnya seperti apa kemudian akseptabilitasnya seperti apa,” sambungnya.

Atas dasar itu, Saleh berpandangan bahwa keinginan Cak Imin itu hanya sebatas candaan semata. Untuk itu, Cak Imin disarankan membentuk koalisi baru, jika belum ada obrolan apa-apa langsung mensyaratkan jadi capres untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu.

“Karena dia bercanda, lebih baik bikin koalisi baru, karena masih banyak koalisi lain. Kan baru tiga, kan enam lagi partai lain, yang saya kira Cak Imin komunikasi. Jadi karena dia becanda ya kita enggak anggap serius juga,” jelasnya.

“Dia (Cak Imin) mungkin serius sekali justru untuk maju (capres), tapi bercanda untuk gabung (Koalisi Indonesia Bersatu). Karena apa? kita belum bicara soal capres cawapres, tiba-tiba masuk 'saya jadi capres'. Itu bercanda. Maksud saya ngomong dulu lah di internal kemudian nanti kita merumuskan pikiran dan serius,” imbuh Saleh.

Lagipula, masih kata Saleh, Cak Imin berpotensi untuk membentuk koalisi sendiri. Pasalnya, PKB sudah memiliki 10 persen Presidential Threshold (PT).

Karena potensi itulah Saleh menganjurkan Cak Imim bikin koalisi lagi. Sebab PK sudah punya 10 persen threshold. Artinya, untuk mendapatkan sisa 10 persen lagi sudah lebih mudah.

“Yang jelas, Koalisi Indonesia Bersatu ini bukan hanya memikirkan capres-cawapresnya saja, tapi gagasan pemikiran yang akan dibawa bersama-sama dalam pemilu yang akan datang justru sangat penting. Karena arahnya untuk kepentingan masyarakat. Kita membangun koalisi ini berdasarkan kesepakatan bersama untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa ke depan,” demikian Saleh Daulay.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya