Berita

Kader Muda Partai Nasdem Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ista Nur Masyithah/Net

Politik

Makalah Likuifaksi Pasigala, Antar Kader Muda Nasdem Palu Wakili Indonesia di Ajang Diplomat Dunia

SENIN, 23 MEI 2022 | 18:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kader Muda Partai Nasdem Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ista Nur Masyithah terpilih menjadi wakil Indonesia ke ajang ​Arab Youth International Model United Nations (MUN) di Dubai, Uni Emirat Arab akhir bulan ini. Ista terpilih dari 5.422 pelamar seluruh dunia usai menjalani seleksi ketat.

Perempuan berusia 28 tahun itu, merupakan penyintas Bencana Likuifaksi Petobo tahun 2018 lalu. Makalah Ista yang berisi pengalamannya saat terjun bersama Nasdem membantu penanganan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, Donggala (Pasigala) mengantarkannya ke ajang yang diikuti 193 negara.

Ista mengatakan, keberhasilannya itu tidak lepasa dari doa dan dukungan orang tua. Tidak lupa, dia selalu menanamkan semangat dalam diri untuk terus percaya diri dengan semua mimpi-mimpi yang ingin dicapai.


"Bermimpilah setinggi langit, kerjakan tahapannya, bangun jalannya, laksanakan. Urusan berhasil atau tidak itu urusan yang di atas jadi harus selalu optimis," kata Ista dalam keterangannya, Senin (23/5).

Ista mengaku, hampir saja melewati proses pendaftaran ulang pasalnya email pemberitahuan yang dikirimkan panitia baru dibaca Ista pada seminggu kemudian. Dia baru membaca pemberitahuan tersebut pada tengah malam saat hendak melaksanakan shalat tahajud.

"Saya buka emailnya tengah malam semacam tidak percaya sekitar tiga jam saya pikir ini betul tidak saya lulus. Saya langsung menghubungi kaka Yahdi dan teman-teman yang lain, ini betul kah saya lulus dari 5.422 orang yang kirim makalah internasional ini saya masuk satu diantaranya," kata Ista.

Wakil Ketua DPD Nasdem Palu itu memang dikenal gigih bergerak untuk membantu masyarakat saat bencana likuifaksi lalu. Bahkan, Ista sempat menjadi relawan sekolah darurat Sukma Bangsa di Petobo bersama Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik DPP Nasdem Ahmad Baidhowi AR.

"Kita diminta menulis makalah semacam paper itu saya laksanakan apa yang kita lakukan. Di Kota Palu dan Sulteng itu Nasdem identik sekali dengan respon cepat terhadap bencana. Semua langkah itu lah yang saya tuangkan ke dalam paper," tuturnya.

Ista yang juga ikut membantu relawan-relawan seperti Federasi Palang Merah Internasional atau International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) saat bencana itu melihat langsung bagaimana hancurnya tanah kelahirannya akibat diterjang tsunami dan likuifaksi.

Untuk itu, Ista menyadari bahwa dibutuhkan kerja bersama dari seluruh pihak masyarakat. Dia terus bergerak bersama Nasdem Sulteng dan Nasdem Palu karena tidak ingin warga Palu bergantung kepada relawan apalagi menjadi orang yang hanya bisa menerima bantuan.

"Kita edukasi masyarakat, kami betul-betul bergerak bersama kaka Yahdi dan teman-teman yang betul-betul menjiwai urusan penanganan bencana ini memang motornya Partai Nasdem di sini," tambah Ista yang juga bagian dari Komunitas Politik Bantaya (Barisan Teman Yahdi).

Dalam paper yang dia tulis, memuat banyak pelajaran penting dari fenomena alam yang menimpa Pasigala khususnya Petobo. Bahkan, dunia ikut terguncang karena besarnya bencana tersebut.

"Peristiwa likuifaksi Petobo sudah cukup sebagai pengingat bagi kita yang hidup di ring of fire dan khususnya kami yang hidup di atas sesar kedua teraktif sedunia untuk mampu beradaptasi dengan kondisi alam," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, harus bersinergi dengan masyarakat karena dia meyakini pemerintah dan masyarakat tak akan bisa berjalan masing-masing tanpa saling melengkapi.

"Pelembagaan masyarakat ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengawalan proses kebijakan pemerintah, khususnya dalam hal kebencanaan," tuturnya.

Ista berkeliling langsung dari tenda ke tenda di pengungsian, hingga rapat-rapat Pansus Bencana Pasigala yang Yahdi pimpin di DPRD. Ista juga beberapa kali menerima demo dari korban bencana, hingga proses litigasi kasus hukumnya ketika harus dibawa ke Pengadilan Negeri Palu.

"Semua saya rekam jelas dan poinnya saya tuangkan jadi isi makalah berbahasa Inggris berjudul Manajemen Krisis Kebencanaan Berbasis Pelembagaan Masyarakat,” demikian Ista.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya