Berita

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi/Net

Politik

Viva Yoga: PAN Tidak Menolak Cak Imin jadi Capres, Asal Menang

SENIN, 23 MEI 2022 | 15:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Amanat Nasional (PAN) menyambut baik keinginan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Ketua Umum Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN, Golkar, dan PPP. Setidaknya, kekuatan koalisi akan bertambah dengan masuknya PKB.

“PAN merasa senang dan bergembira jika PKB dapat bergabung di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PAN, Golkar, dan PPP,” kata Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/5).

Menurut dia, setidaknya ada beberapa hal yang bisa didapatkan oleh Koalisi Indonesia Bersatu apabila PKB bergabung di koalisi.


Pertama, warna dan substansi platform KIB untuk visi Indonesia dan pemerintahan masa depan akan semakin baik dan komprehensif.

Kedua, akan menambah kekuatan politik dalam berkontestasi di Pilpres 2024 karena akan menambah potensi suara. Sebab masing-masing partai tentu memiliki basis konstituen yang militan dan ideologis, sehingga pasangan calon yang akan diusung KIB berpotensi dapat memenangkan pilpres.

“Yang ketiga, menambah keindahan warna pelangi kebangsaan di KIB karena kekuatan Nasionalis-Religius KIB semakin terlihat terang dan nyata,” ujar Viva Yoga.

Selanjutnya, PAN juga menilai suasana politik di KIB akan meriah, segar, dan menyenangkan dengan kehadiran Cak Imin, sebagai figur politikus humoris, yang mengemas masalah politik dengan bahasa ringan dan intelektual.

“Oleh karena itu jika KIB akan mengusung Cak Imin sebagai Capres, maka hitungan di atas kertas harus menang. Kalau tidak menang, kan dada jadi sesak, mata berkunang-kunang, dan tensi darah naik,” tuturnya sambil tersenyum.

Lebih lanjut, Jurubicara PAN ini menyebut, ke depannya koalisi akan mengukur kriteria dan variabel penilaian dalam merumuskan dan menetapkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Baik dari sisi likeabilitas, elektabilitas, dan variabel penting lainnya.

“Makanya, sebaiknya Cak Imin dan PKB bergabung saja dulu dengan KIB. Saya yakin, Golkar dan PPP perasaannya akan sama dengan PAN: senang dan gembira. Ayo Cak Imin, ojo kesuwen (jangan lama-lama) untuk bergabung bersama dan mengarungi samudera politik di kapal KIB,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya