Berita

Mantan karyawan dan pilot Merpati Airlines melaporkan direksi ke KPK atas dugaan korupsi/RMOL

Hukum

Mantan Karyawan dan Pilot Merpati Airlines Laporkan Dugaan Korupsi Direksi ke KPK

SENIN, 23 MEI 2022 | 12:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Puluhan mantan karyawan dan Pilot PT Merpati Nusantara Airlines melaporkan dugaan korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam laporannya, mereka menduga ada tindak pidana korupsi terkait pesangon dan hak-hak karyawan lainnya sekitar Rp 318 miliar.

Pengacara dari Tim Advokasi Paguyuban Pilot Eks Merpati Nusantara Airlines, David Sitorus mengatakan, pihaknya melaporkan dugaan korupsi ke KPK karena ada beberapa alasan.


Di mana, PT Perusahaan Pengelola Asset (PPA) yang merupakan penerima mandat dari Menteri BUMN telah banyak mengucurkan dana sebesar Rp 300 miliar dan Rp 500 miliar.

Tugas PPA sendiri adalah, merestrukturisasi dan merevitalisasi BUMN, salah satunya PT Merpati Nusantara Airlines.

Akan tetapi, kata David, pada 2016, terjadi perjanjian antara PPA dengan PT Merpati Nusantara Airlines sekitar Rp 500 yang disebut digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, salah satunya untuk merestrukturisasi dan merevitalisasi perusahaan dan membayar pesangon hak-hak karyawan.

"Akan tetapi sekarang PPA yang merupakan bagian pemerintah, menggugat BUMN Merpati di PKPU Surabaya. PPA seharusnya merestrukturisasi dan merevitalisasi, bukan melakukan pailit," kata David Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin siang (23/5).

"Pertanyaan kami, dari tahun 2014, 2016 sampai 2021, apa yang dilakukan PPA terhadap PT Merpati?" sambung David.

Sebelum melaporkan ke KPK, pihaknya mengaku telah menyampaikan banyak saran kepada Menteri BUMN. Akan tetapi hingga kini belum ada penyelesaian.

David juga meminta Menteri BUMN, Erick Thohir untuk mengurus persoalan tersebut dan memikirkan karyawan-karyawan PT Merpati Nusantara Airlines yang jumlahnya lebih dari 1.500 orang.

"Nanti saja kalau mau mikirin capres, Urus dulu ini (persoalan Merpati) karena ini perusahaan perintis sebelum Garuda ada," tutur David.

Sementara itu, salah satu tim kuasa hukum lainnya, Lamsihar Rumahorbo menyebut laporan kepada KPK dilakukan karena ada kejanggalan yang terjadi di PT Merpati Nusantara Airlines yang merugikan para karyawan serta keuangan negara.

"Hari ini secara resmi kami akan menyerahkan surat pengaduan kepada Ketua KPK agar menindaklanjuti pengaduan kami ini atas dugaan tindak pidana korupsi pada tubuh PT Merpati Nusantara Airlines," tegas Lamsihar.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya