Berita

Tangkapan layar Bang Yos saat menghadiri acara Silaturahmi Tokoh dan Ulama DKI Jakarta yang diselenggarakan di Jakarta Islamic Center (JIC)/Net

Politik

Minta Pererat Persatuan dan Kesatuan, Bang Yos: Saya Jujur Saja Miris, Kok Banyak Sekali Pekerja-pekerja Asing Datang

MINGGU, 22 MEI 2022 | 12:00 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso mengaku miris melihat banyaknya pekerja asing yang datang ke Indonesia. Bang Yos, sapaan akrabnya, bahkan mewanti-wanti agar umat Islam Indonesia terus mempererat persatuan dan kesatuan.

Hal itu sebagaimana video Bang Yos yang kembali viral. Video ini diketahui diambil saat Bang Yos menghadiri acara Silaturahmi Tokoh dan Ulama DKI Jakarta yang diselenggarakan di Jakarta Islamic Center (JIC) di momen Idulfitri 1443 Hijriah.

Dalam sambutan yang disiarkan oleh kanal YouTube JIC TV pada Rabu (18/5) ini, Bang Yos meminta agar umat Islam di Indonesia untuk mempererat persatuan dan kesatuan.


"Mari kita jaga persatuan dan kesatuan ini. Ya karena kita ini mayoritas, jangan sampai suatu saat kita itu tersisih," ujar Bang Yos seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (22/5).

Bang Yos pun mengaku miris dengan banyaknya pekerja-pekerja asing yang datang ke Indonesia dengan berbagai macam alasan hingga ribuan orang yang datang.

"Saya jujur saja miris saja, kok banyak sekali pekerja-pekerja asing datang. Kalau dia investor bawa duit, ya monggo saja silakan, dari antra berantah kita gak peduli, asal bawa duit. 'Oh saya harus membawa tenaga ahli', oh silakan, tenaga ahli itu dua atau tiga, bukan ribuan kaya begitu," kata Bang Yos.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) meminta kepada rakyat Indonesia untuk waspada dan tidak diam. Karena jika tidak waspada, maka diyakini pekerja-pekerja asing yang ada di Indonesia tidak akan kembali ke negaranya.

“Tidak akan pernah. Kalau saya jadi Presiden Tiongkok, ngurus 1,4 miliar orang itu mau bagaimana. Ngasih makannya, ngasih papannya, ngasih sandangnya, belum sekolahnya, belum rumah sakitnya. Gak akan mampu. Maka yang paling mudah adalah ekspor orang," jelas Bang Yos.

Bahkan kata Bang Yos, dari pengalamannya yang sudah mengunjungi lebih dari 50 negara, tidak ada negara yang bebas dari etnis Tionghoa.

"Yang paling dekat Singapura aja, Perdana Menteri dulu pertama orang Padang, orang Melayu, sekarang gak ada lagi orang Melayu. Lihat lah Malaysia sudah hampir sudah beberapa departemen-departemen dipimpin etnis ini. Kok kita gak sadar-sadar gitu loh kita itu," terang Bang Yos.

Sebagai orang intelijen, Bang Yos mengaku bisa membaca, bahwa pegawai-pegawai asing yang ada di Kalimantan, Sulawesi, bahkan sampai di Papua, diyakini tidak akan kembali ke negaranya.

"Di Tiongkok punya anak 2 pak, yang anak kedua ini kaya yatim piatu diperlakukannya oleh pemerintah. Nah di sini dia bikin anak sebanyak-banyaknya. Apalagi nanti berkolaborasi dengan memang pengusaha-pengusaha kaya di sini. Artinya, jangan sampai, ini terus kita gak sadar-sadar, akhirnya mereka yang mayoritas bukan kita suatu saat nanti," tegas Bang Yos.

"Saya sudah tua, tapi saya tidak bisa mengerti dan saya diem saja tutup mata, tidak bisa saya seperti itu, itu akan dosa bagi saya. Saya terus, bahkan saya ingin wakafkan sisa umur saya itu untuk ngabdi negeri ini. Jangan sampai negara yang dikasih resources sumber daya alam yang terkaya yang terbanyak di dunia, kita terus saja kaya begini," sambung Bang Yos menutup.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya