Berita

Wakil Ketua Umum PPP Zainut Tauhid Saadi/Net

Politik

Zainut Tauhid: Koalisi Indonesia Bersatu Terbuka untuk Jaring Capres dan Cawapres

KAMIS, 19 MEI 2022 | 16:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pilihan PPP membangun koalisi dengan Partai Golkar dan PAN adalah langkah politik yang realistis dan bermartabat. Sebab, koalisi berangkat dari gagasan, visi dan misi yang sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Untuk itu, Koalisi Indonesia Bersatu tanpa syarat untuk mendukung calon presiden (Capres) atau calon wakil presiden (Cawapres) dari partai koalisi.

Sampai saat ini, kata Wakil Ketua Umum PPP Zainut Tauhid Saadi, masih terbuka untuk dibicarakan bersama dalam memilih figur capres dan cawapres yang tepat, memiliki elektabilitas tinggi dan yang pasti diterima oleh masyarakat.


"Baik itu dari kalangan kader partai maupun non partai,” kata Zainut Tauhid kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/5).

"Berbeda dengan partai lain yang sudah mematok Capres/Cawapresnya, sehingga menutup dan mengunci kemungkinan adanya capres/cawapres dari yang lain,” imbuhnya menegaskan.

Selain itu, Zainut juga menyebut, koalisi yang berbasis kesetaraan ini memungkinkan semua pihak terlibat dan ikut menjadi penentu dalam memutuskan arah dan kebijakan strategis bersama dalam kedudukan yang sama dan sederajat. Baik itu dalam pemilu presiden maupun pemilu legislatif.

“Hal itu menjadi modal dasar untuk membangun sebuah koalisi  yang kokoh, rasional dan bermartabat. Bukan koalisi transaksional pragmatis yang hanya untuk kepentingan jangka pendek,” tegas Wakil Menteri Agama ini.

Lebih lanjut, Zainut menegaskan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu ingin membangun tradisi demokrasi yang sehat dan bermartabat, yaitu demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas, memajukan harkat martabat kemanusiaan, memperkuat persatuan, mengedepankan musyawarah.

“Dan mewujudkan kesejahteraan dan rasa keadilan,” pungkasnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya