Berita

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio/Net

Politik

Kepuasan pada Jokowi Anjlok, Hensat: Tunda Dulu IKN dan Silakan Reshuffle Kabinet

KAMIS, 19 MEI 2022 | 08:20 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai anjlok. Hasil survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan bahwa elektabilitas Jokowi kini berada di angka 58,1 persen atau turun 6 persen dari survei sebelumnya sebesar 64,1 persen.

Menanggapi hal itu, pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio meminta Presiden Joko Widodo fokus dalam pembenahan ekonomi. Sebab, tingkat kepercayaan publik menurun karena ekonomi masyarakat terganggu, mulai dari naiknya kebutuhan pokok, kelangkaan minyak hingga ketersediaan lapangan kerja.

“Jadi saat ini sebaiknya Presiden Jokowi konsentrasi membenahi ekonomi rakyat,” tuturnya lewat akun Twitter pribadi, Kamis (19/5).


Hensat sapaan akrabnya, memiliki dua solusi konkret untuk dikerjakan Jokowi dalam waktu dekat. Pertama adalah menunda pembangunan Ibukota Negara (IKN) baru yang menghamburkan banyak uang. Dengan begitu anggaran IKN bisa dialihkan untuk program-program yang langsung mengena pada rakyat.

Kedua, Jokowi perlu melakukan perombakan kabinet. Walau pemerintahan sebentar lagi berakhir, Jokowi tetap perlu melakukan evaluasi kinerja pada para menterinya. Sebab bukan tidak mungkin, Jokowi justru mengalami blunder di menit akhir pemerintahan karena tidak peduli dengan kinerja menteri.

“Tunda dulu IKN dan silakan reshuffle kabinet walaupun sebentar lagi berakhir. Di injury time bukan hanya sering ada gol cantik, tapi juga blunder fatal yang bikin kalah,” tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya