Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani/Net

Politik

Kritik Pelonggaran Kewajiban Bermasker, Legislator PKS: Harus Berdasarkan Kajian Mendalam

RABU, 18 MEI 2022 | 10:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Seiring melandainya kasus Covid-19 di tanah air, pemerintah pun mengeluarkan kebijakan pelonggaran aturan memakai masker. Kini masyarakat diizinkan untuk tidak memakai masker saat berada di luar ruangan atau area terbuka.

Menurut anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, beberapa negara memang sudah melonggarkan aturan memakai masker. Bahkan ada yang sudah mencabut kewajiban bermasker.

Namun, bukan berarti langkah tersebut serta merta bisa dilakukan di Indonesia.


"Apakah kita harus mengikutinya? Tentu hal ini tidak boleh hanya sekadar fear of missing out (FOMO) tapi harus berdasarkan kajian yang mendalam,” ucap Netty kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/5).

Legislator dari Fraksi PKS ini menambahkan, pandemi Covid-19 saat ini belum berakhir. Sehingga pemerintah seharusnya meminta masukan dari ahli untuk membuat kebijakan terkait Covid-19.

Mengingat pandemi ini berbasis wabah penyakit menular, lanjut Netty, maka  Pemerintah harus mendengarkan saran dan masukan dari para ahli epidemiologi dan pakar kesehatan.

"Jangan sampai karena kebijakan yang terburu-buru tanpa dasar kajian yang mendalam atau scientific based research hal tersebut berdampak fatal untuk penanganan pandemi secara keseluruhan,” demikian Netty.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya