Berita

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah/Net

Politik

Tolak Masuk UAS, Singapura Punya Persoalan Politik yang Tidak Diungkap ke ASEAN

RABU, 18 MEI 2022 | 09:30 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Persoalan politik di internal negara Singapura perlu dijelaskan secara gamblang kepada negara-negara di Asia Tenggara atau yang tergabung dalam ASEAN.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah berkenaan keputusan Singapura yang menolak masuk Ustaz Abdul Somad beserta rombongan pada Senin lalu (16/5).

Pada dasarnya, kata Fahri, negara-negara ASEAN yang sependapat dengan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) telah menyepakati bahwa melintasi negara adalah HAM.  


"Statuta ASEAN juga mengatur itu. Makanya enggak perlu visa. Negara tidak perlu menjelaskan kenapa seseorang diterima karena itu hak. Tapi negara wajib menjelaskan kenapa seseorang ditolak (bagi yang setuju prinsip demokrasi dan HAM)," kata Fahri Hamzah dikutip dari akun Twitternya, Rabu (18/5).

Di Indonesia sendiri, kata dia, seluruh konvensi dan aturan internasional yang menjunjung tinggi HAM dalam keimigrasian telah diterapkan melalui UU imigrasi 6/2011.

Maka, jika ada negara di ASEAN, khususnya yang telah menyepakati perjalanan tanpa visa harus mengumumkan ke semua negara tetangga mengenai daftar orang yang ditolak masuk karena alasan politik.

Hal tersebut semata-mata untuk menghindari adanya insiden penolakan oleh petugas imigrasi setempat.

Namun demikian, apa yang dialami UAS cukup mengagetkan lantaran dai lulusan Al Azhar, Mesir ini tidak ditolak saat bertandang ke negara lain, seperti Brunei Darussalam dan Malaysia.

"Artinya, persoalan politik dalam negeri negara yang menolaknya (Singapura) perlu dijelaskan karena itu harus menjadi pandangan bersama negara ASEAN," ujar mantan Wakil Ketua DPR RI.

Oleh karenanya, ia memandang tindakan yang dilakukan Singapura dengan menolak UAS tidak beradab.

"Apalagi jika perjalanan itu murni wisata dengan perempuan dan anak bayi di bawah 1 tahun. Ini melanggar nilai-nilai dasar ASEAN," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya