Berita

Rak-rak susu formula bayi di supermarket Amerika kosong/Reuters

Dunia

Langka di Pasaran, AS Izinkan Impor Susu Formula Bayi dari Produsen Asing

SELASA, 17 MEI 2022 | 11:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan memberikan lampu hijau untuk impor susu formula bayi dari produsen asing yang umumnya tidak menjual produk mereka di negara tersebut.

Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) mengumumkan langkah tersebut pada Senin (16/5) demi mengatasi kelangkaan susu formula bayi di Amerika yang membuat banyak orangtua panik.

Kendati begitu, FDA menegaskan, produsen asing tetap harus memenuhi daftar standar keamanan dan nutrisi yang telah disediakan.


Dimuat Reuters, kelangkaan susu formula bayi terjadi setelah penarikan produk dan penutupan pabrik oleh salah satu produsen utamanya, Abbott Laboratories, pada Februari.

Penutupan dilakukan lantaran adanya penemuan empat bayi yang diberi susu formula terkait jatuh sakit karena terinfeksi Cronobacter sakazakii.

Dalam penyelidikannya, FDA menemukan kontaminasi bakteri dalam sampel lingkungan yang diambil di lokasi. FDA mencatat adanya masalah seperti genangan air dan sanitasi alas kaki yang tidak tepat.

Dalam pernyataannya, Abbott mengatakan tidak ada bukti konklusif untuk menghubungkan formula Abbott dengan penyakit bayi ini. Dikatakan juga penyelidikan tidak menemukan kontaminasi pada produk jadi.

Pada Senin, FDA dan Abbott sepakat untuk membuka kembali pabrik dalam waktu dua pekan karena telah memenuhi persyaratan.

"Kami telah bekerja untuk mengatasi pengamatan FDA sehingga kami dapat memulai kembali operasi," kata perusahaan itu.

Data menunjukkan, sekitar 40 persen produk susu formula bayi kehilangan stok secara nasional. Kelangkaan bukan hanya dikarenakan penarikan produk, namun juga inflasi dan hambatan rantai pasokan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya