Berita

Poster Shireen Abu Akleh, jurnalis Al Jazeera yang tewas ditembak mati pasukan Israel di Jenin, Palestina pada 11 Mei 2022/Net

Dunia

Tanpa Sebut Israel, Dewan Keamanan PBB Kutuk Pembunuhan Jurnalis Shireen Abu Akleh

MINGGU, 15 MEI 2022 | 08:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) mengutuk pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika yang bekerja untuk Al Jazeera, Shireen Abu Akleh.

Pernyataan dari DK PBB itu dikeluarkan dengan suara bulat oleh 15 anggotanya setelah melalui debat sengit pada Jumat (13/5).

"Anggota Dewan Keamanan mengutuk keras pembunuhan jurnalis Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh dan terlukanya junalis lain di kota Jenin Palestina pada 11 Mei 2022," bunyi pernyataan tersebut.


Para anggota menyampaikan duka cita mendalam dan simpati kepada keluarga korban.

"Anggota Dewan Keamanan menyerukan penyelidikan segera, menyeluruh, transparan, dan adil dan tidak memihak atas pembunuhannya, dan menekankan perlunya memastikan akuntabilitas," tambah pernyataan itu.

"Anggota Dewan Keamanan menegaskan kembali bahwa jurnalis harus dilindungi sebagai warga sipil," imbuhnya.

Lebih lanjut, DK PBB menekankan akan terus memantau situasi dengan cermat.

Mendapatkan suara bulat di DK PBB merupakan suatu hal yang langka, khususnya mengenai masalah yang berkaitan dengan Israel. Kendati begitu, DK PBB tidak menyebutkan "Israel" dalam pernyataan tersebut.

Seorang pejabat tinggi China mengatakan, pihaknya telah mendorong untuk menyebutkan "Israel" dalam pernyataan tersebut, termasuk serangan dilakukan "oleh pasukan keamanan Israel" atau "saat meliput operasi keamanan Israel".

Di samping itu, negosiasi juga termasuk permintaan China dan Rusia untuk menghapuskan informasi terkait pentingnya kebebasan pers dan perlunya jurnalis yang bekerja di daerah berbahaya untuk dilindungi.

Sumber mengatakan China mendorong AS untuk menghapus paragraf yang mengutuk pelanggaran terhadap pers di seluruh dunia.

Diplomat China menyebut, permintaan untuk menghapus paragraf tertentu dimaksudkan agar pernyataan tetap fokus pada pembunuhan Abu Akleh dan pendudukan Israel.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya