Berita

Rangkaian KTT ASEAN-AS di Washington DC pada 12-13 Mei/Net

Dunia

Tak Diundang ke KTT ASEAN, Junta Myanmar: AS Terapkan Standar Ganda dan China adalah Negara yang Kuat

MINGGU, 15 MEI 2022 | 07:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Junta Myanmar menyatakan kemarahannya atas KTT ASEAN-Amerika Serikat (AS) karena tidak mengikutsertakan pihaknya, alih-alih mengundang Pemerintah Persatuan Nasional (NUG).

KTT ASEAN-AS yang digelar pada 12-13 Mei 2022 kemarin untuk pertama kalinya dilakukan secara fisik selama pandemi Covid-19 di Washington.

Selama pertemuan puncak antara Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin ASEAN, kursi Myanmar kosong karena dikecualikan akibat kudeta militer pada tahun lalu.


AS telah berulang kali mengecam kudeta dan menjatuhkan sanksi kepada tokoh-tokoh militer Myanmar.

Di sisi lain, AS mengundang anggota NUG yang didominasi oleh anggota parlemen dari partai terguling Aung San Suu Kyi ke Washington untuk bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Wendy Sherman.

Meski tetapi tidak mewakili Myanmar dalam pembicaraan tersebut, kehadiran NUG dikecam oleh junta Myanmar.

Jurubicara junta, Zaw Min Tun mengatakan AS telah menerapkan standar ganda dengan bertemu NUG yang telah dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh junta Myanmar.

Sebaliknya, Zaw Min Tun justru memuji hubungan junta dengan saingan AS, China.

"Di kawasan Asia-Pasifik, China adalah negara yang kuat. Negara kami berurusan dan memiliki hubungan dengan China dan India yang kuat," ujarnya, seperti dikutip AFP.

China dikenal sebagai sekutu utama dari junta, dan menolak untuk perebutan kekuasaan pada Februari tahun lalu sebagai kudeta.

Bulan lalu, Beijing mengatakan akan membantu menjaga kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Myanmar terlepas dari perubahan situasi di sana.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya