Berita

Duta Besar RI untuk Spanyol, Dr. Muhammad Najib/Net

Dunia

Dubes Najib Kenalkan Toleransi Beragama Ala Indonesia di Cordoba

MINGGU, 15 MEI 2022 | 00:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia merupakan negara yang unik karena dengan banyaknya perbedaan, negara kepulauan terbesar dunia ini menjadi wajah toleransi. Bhinneka Tunggal Ika namanya. Itu adalah akar persatuan di tengah perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Demikian sepenggal pembuka paparan Duta Besar RI untuk Spanyol, Dr. Muhammad Najib di Cordoba Forum yang digelar oleh Foundation for Islamic Culture & Religious Tolerance (FICRT) di Cordoba, Spanyol pada 16-17 Mei.

Mengambil tema "From The Islamo-Christian Dialogue to The Abrahamic Family", Cordoba Forum bertujuan untuk mendorong dialog di antara berbagai agama dan kultur demi menciptakan stabilitas dan perdamaian.


Dalam kesempatan tersebut, Dubes Najib berusaha memperkenalkan toleransi beragama di Indonesia yang telah mendarah-daging bagi bangsa ini.

Dubes Najib menjelaskan, secara geografis, Indonesia yang terdiri dari 16.771 pulau terletak di persimpangan. Alhasil Indonesia tidak lain adalah "melting pot" dari banyak budaya.

Berdasarkan sensus tahun lalu, Indonesia memiliki 270 juta penduduk. Mayoritas dengan 87 persen adalah Muslim, sedangkan 13 persen lainnya terdiri dari Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, dan lainnya.

Dalam sejarahnya, Indonesia pernah dikuasai oleh kerajaan Hindu dan Buddha, hingga muncul kesultanan pada zaman Islam, dan munculnya Kristen selama penjajahan.

Memiliki mayoritas Muslim terbesar di dunia tidak serta merta membuat Indonesia menjadi negara teokrasi atau juga negara sekuler.

"Meskipun ada banyak perdebatan tentang apakah negara harus mengadopsi satu bentuk atau lainnya, Indonesia didirikan oleh kompromi antara nasionalis sekuler dan nasionalis agama," jelas Dubes Najib.

Ia melanjutkan, keberhasilan Indonesia mempertahankan status quo telah membuktikan bahwa demokrasi dan Islam dapat berjalan beriringan satu sama lain.

Buktinya, sebagai masyarakat yang majemuk, Indonesia terbiasa hidup berdampingan secara damai.

"Perbedaan keyakinan dalam sebuah keluarga cukup umum di Indonesia. Anak-anak mungkin memeluk agama yang berbeda dari orangtua mereka, sementara saudara perempuan mungkin berbeda keyakinan dengan saudara laki-laki mereka," tuturnya.

"Masjid, gereja, pura, atau tempat ibadah yang berbeda adalah hal yang lumrah jika saling berdekatan dalam keharmonisan yang damai," tambah Dubes Najib.

Bukan hanya di masyarakat, pemerintah juga melakukan hal yang sama. Setiap hari suci masing-masing agama dinyatakan sebagai hari libur resmi.

"Toleransi diartikan sebagai saling menghormati keyakinan, tidak mencampuri urusan orang lain, mengedepankan upaya saling pengertian, dan saling membantu," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya